Hubungi BungRam    

Sticky Notes Guru Kelas – #10 Mengatur Kelas Lebih Efektif Secara Daring

Sticky Notes Guru Kelas - #10 Mengatur Kelas Lebih Efektif Secara Daring

 

“Classroom management is a part of a journey, we need not a goal, we need a best preparation to start the trip.” [BungRam]

  

Saya sering mendapati kegiatan kelas, baik secara tatap muka langsung, dan saat masa belajar jarak jauh di tengah pandemi, para guru terobsesi untuk mengejar dan mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal hingga level sempurna sesuai kondisi dan kemampuannya secara individu. 

 

Tahukah Anda bahwa kelas yang efektif diatur dan direncanakan secara baik, sesungguhnya bukan untuk mengejar target pembelajaran berdasarkan muatan kurikulum semata, namun yang lebih utama adalah bagaimana peserta didik menjalani proses belajar, baik secara langsung maupun secara daring, mampu mengikuti prosesnya, menikmati “petualangannya” menemukan berbagai hal, dari pengetahuan kurikuler, hingga keterampilan yang mereka pelajari dalam aktifitas bersama guru dan kawan-kawannya. 

 

Pada ‘Sticky Notes’ ke-10 ini, saya akan berbagi tips manajemen kelas yang efektif untuk memfasilitasi “perjalanan” para peserta didik bersama Anda: 

  

1. Bangun hubungan dengan murid dengan baik

 

Ketika murid merasa nyaman berinteraksi dengan guru, ia akan sukarela mengikuti pembelajaran dan senang. Ia berusaha belajar lebih baik karena setiap aktifitas terasa menyenangkan bersama guru dan seluruh kawannya. Begitupun dalam proses belajar secara daring. Hubungan dengan murid dan hubungan antar murid yang baik membantu segala aktifitas belajar jarak jauh, terasa bagai petualangan yang seru dan mengasyikkan. Oleh karenanya tujuan utama pembelajaran bukan tertumpu pada materi ajar, namun kepada setiap pembelajar yang terlibat di dalamnya. 

 

Ketika siswa mempercayai gurunya, mereka berusaha lebih keras untuk mengikuti aturan. Ketika guru berusaha untuk mengenal setiap siswa secara lebih pribadi, mereka juga mendapatkan lebih banyak dari pengalaman mengajar mereka.  Setiap kelas harus lebih terasa seperti sebuah keluarga. Berikut tambahan tips lewat  tautan berikut untuk membangun hubungan dengan murid lebih baik - disini.

  

2. Sesekali gunakan panggilan telepon yang positif ke rumah

 

Melaksanakan manajemen kelas penting lainnya adalah mempererat kedekatan lewat panggilan telepon ke rumah yang positif. Banyak guru jatuh ke dalam perangkap hanya menelepon ke rumah ketika ada masalah untuk dilaporkan. Meskipun panggilan ini perlu dan bermanfaat, panggilan untuk membangun hubungan dan atau memberikan semangat dan selebrasi  sama pentingnya, jika tidak lebih penting. Setiap orang tua ingin mendengar berita positif tentang anak mereka, dan penguatan ini hampir selalu kembali kepada siswa. Cobalah untuk membuat satu panggilan positif ke rumah siswa yang berbeda setiap hari – tentu dengan waktu yang tepat dan durasi yang seperlunya saja, bahkan jika itu hanya untuk melaporkan komentar baik yang dibuat seorang anak di kelas. Ini sangat berarti bagi orang tua dan siswa dan biasanya diterjemahkan menjadi perilaku kelas yang positif juga.

 

Bukankah Anda juga sebagai guru berharap mendapatkan perlakuan sama dari rekan atau atasan Anda, seperti kepala sekolah, direktur, pengawas atau pemilik sekolah Anda? Anda lebih senang dihubungi bukan saat mereka meminta Anda menyelesaikan pekerjaan, tapi sekedar bertanya kabar atau memberikan dukungan moril sebagai kolega.

 

3. Rayakan setiap hasil kerja

 

Tunjukkan kepada siswa bahwa Anda menghargai pekerjaan yang mereka lakukan untuk belajar. Identifikasi pencapaian dalam pekerjaan yang dicapai setiap siswa setiap hari. Sekali seminggu, pilih satu tim atau siswa yang bekerja keras untuk berbagi cerita mereka. Biarkan kelas bertanya kepada mereka bagaimana mereka menyelesaikan pekerjaan itu. Sungguh pelajaran berharga yang dipelajari anak-anak ketika mereka mendengar teman-temannya berbicara tentang arti kerja keras bagi mereka. Anak-anak yang mengetahui pekerjaan mereka akan dirayakan, bukan hanya nilai mereka, mereka akan lebih memperhatikan dan tetap fokus.

 

4. Berlakukan dan pertahankan aturan kelas  secara konsisten

 

Memulai dan menjalankan tahun pelajaran akan menjadi efektif saat  Anda menetapkan kesepakatan tentang hal-hal yang berkenaan dengan aturan dan dilaksanakan secara konsisten.  Itu  adalah untuk memudahkan setiap individu bekerja dan belajar dengan nyaman. 

Kelas adalah ruang bersama untuk mengembangkan  kemampuan dan keterampilan belajar. Melalui aturan yang konsisten, setiap anak akan belajar memahami disiplin secara bersungguh-sungguh di awal tahun, dan menjadi patron yang membuat mereka juga konsisten hingga akhir tahun. 


Pola konsistensi itu menjadi bagian penting sebelum anak-anak belajar. Karena tahapan selanjutnya akan memudahkan mereka memahami cara belajar yang efektif sesuai kemampuan  mereka. Baca kembali Sticky Notes #1  tentang membuat aturan, juga baca artikel pada tautan berikut  tentang bagaimana membuat aturan yang efektif.

  

 

5. Pastikan bahwa siswa mengerti peraturan Anda dengan mengomunikasikannya.

 

Hanya karena Anda telah menyatakannya, membagikannya, dan mempostingnya, tidak berarti siswa langsung paham apa yang tertulis.  Aturan yang sudah Anda buat dan sepakati, perlu dikomunikasikan dengan mereka, bahkan diulang-ulang poin-poinnya sekedar mengingatkannya bersama. Peran komunikasi persuasif dalam penegakkan aturan sama pentingnya dengan aturan itu sendiri. 

Beberapa guru menemukan kesuksesan besar dengan memerankan cara-cara berkomunikasi yang efektif.

 

6. Mengakomodasi semua peserta didik dalam persiapan kegiatan

 

Pastikan setiap siswa Anda dapat mengerti rencana kegiatan mereka yang Anda rancang. Merencanakan pembelajaran atau kegiatan bersama siswa tujuannya agar setiap aktifitas memiliki ‘track’ yang jelas dan terukur. Salah satu kegagalan proses pembelajaran adalah peserta didik tidak merasa terlibat dalam kegiatan, mereka tidak mengerti dan menyadari bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk mereka. Eksesnya mereka tidak menemukan tantangan dan bahkan pengetahuan  yang menarik minat mereka untuk belajar. 


Dengan mengakomodasikan kebutuhan siswa, melibatkan mereka dalam kegiatan secara aktif, menjadikan aktifitas belajar mengajar jadi sebuah tantangan menarik dan merangsang antusiasme  sehingga mereka merasakan kesenangan dan semangat belajar. 

 

7. Bersiaplah

 

Jika Anda tidak diharuskan menyerahkan persiapan mengajar, bukan berarti Anda tidak perlu  mempersiapkannya, baik tertulis secara garis besar, atau tertulis dan tertuang dalam Rencana Persiapan Pembelajaran yang detail selama pembelajaran secara daring. Karena sesunggunya, sebagai guru ada banyak hal yang harus dikelola sepanjang hari. Dan jika Anda  tidak memiliki persiapan tentang apa yang seharusnya Anda ajarkan untuk siswa, maka dapat membuat proses belajar mengajar Anda bersama siswa  sangat buruk.  Betapa banyak semangat belajar dan antusiasme siswa ‘drop’ saat belajar daring karena kurangnya persiapan mengajar guru.


Oleh karenanya kembangkan rencana yang sesuai dengan gaya mengajar Anda, mengakomodasi semua pelajar, sejalan dengan standar kurikulum, dan membangkitkan rasa ingin tahu siswa Anda. Ini mungkin terdengar melelahkan, tetapi semakin sering Anda melakukannya, semakin baik Anda.

 

[BungRam-13032021]





Bagikan

Artikel Lainnya

BDAC14F4-1583-4415-BF0E-6179AA5BD3A5

Sticky Notes Guru Kelas - #9 Memanfaatkan Game Edukasi Daring

C02D73CA-AAF6-4B9D-8B1F-D4F89DF08F1E

Tips Mengelola Rutinitas Pagi Bersama Anak

149B539D-6274-4B47-B74D-349A3F95FD8A

Sticky Notes Guru Kelas - #8 Melatih anak (siswa kelas rendah) belajar dengan pendekatan PBL (Problem Based Learning)

589BD8FB-22E4-4F46-8A6A-BF7EBD031EDD

Sticky Notes Guru Kelas - #7 – Menata Kelas Untuk Mendukung Efektifitas Belajar

D9A27F06-63BF-46C5-A34C-652A8B2FEA3C

Bagaimana Anak Bermain Dengan Temannya? Mereka Belajar dari Ayah

4F386E20-806C-4AF1-9C52-61B4A7D61FFB

Era Industri 4.0 dan perubahan pendidikan, masih ingatkah (pedulikah) kita?

{"origin":"gallery","uid":"2176AF49-EE37-47E7-9CF4-86179503AA26_1609722106056","source":"other"}

Pendidikan; Investasi Berharga Untuk Kemajuan Bangsa