Hubungi BungRam    

Bagaimana Membangun Kreatifitas Dalam Pembelajaran?



Seri Guru Abad 21

 

 

 

“Dalam setiap aktifitas belajar, setiap anak memiliki kesempatan menjadi hebat,  inovator, dan bahkan menjadi penemu.” [BungRam]

 

 

Kreatifitas adalah tentang menemukan cara baru untuk memecahkan masalah dan mendekati situasi. Itu bukanlah keterampilan yang terbatas pada profesi seniman, musisi, atau penulis; itu adalah keterampilan yang dapat digali dan ditumbuhkan pada setiap orang. 

 

Definisi kreatif – creative –  dalam cambridge dictionary;  memproduksi atau menggunakan ide-ide orisinal dan tidak biasa. Menjelaskan atau menggambarkan hal-hal dengan cara yang tidak biasa untuk memberikan kesan yang agak berbeda.

 

Kreatifitas tumbuh dan membangun  kemampuan  dalam beberapa hal:


   1. Berpikir — creative thinking

   2. Menemukan atau melakukan cara yang lebih baik — creative working

   3. Menghadirkan   pandangan   baru   yang   lebih   rasional   dan  dapat 

       dilakukan dengan baik — creative understanding

   4. Memperbaiki cara lama dengan cara baru yang lebih baik — 

       innovative

   5. Mengevaluasi dan memberikan nuansa  baru  atau refleksi yang lebih 

       rasional faktual —critical thinking

 

Dalam proses pembelajaran, para guru kini mulai dituntut untuk melakukan aksi yang mengarahkan dirinya kepada sikap dan perilaku kreatif. Kreatifitas adalah basic skill yang menjanjikan kemampuan berkembang di zaman abad 21 dan abad setelahnya. Karena kemampuan manusia memiliki “saingan” dengan hasil ciptaan manusia yang tanpa batas. Keterbatasan kompetensi manusia dikikis dengan perubahan teknologi yang dibangun dari hasil kreatifitas paripurna. Dan apa yang disebut sebagai ‘kecerdasan’ justru melahirkan kecerdasan-kecerdasan baru yang dibuat (Artificial Intelligence).

 

Setelah disepakati tentang tuntutan kompetensi manusia di abad 21, mulai dari kreatifitas, berpikir kritis, komunikasi dan kolaborasi, dunia pendidikan memasukkan hal tersebut ke dalam cakupan yang penting untuk dijadikan ‘quality output’ sistem pendidikan sekarang ini.





Bagaimana membangun kreatifitas dalam pembelajaran?

 

Sebagai guru yang kreatif Anda hendaknya mampu membangun kreatifitas dalam setiap pembelajaran.  Kreatifitas sebagaimana dikatakan oleh Ken Robinson, tidak begitu “diakui” eksistensinya sepanjang abad 20. Namun memasuki abad 21, kreatifitas adalah salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki, terutama oleh para peserta didik.  

 

Guru dapat melakukan hal-hal berikut untuk membangun kreatifitas dalam pembelajaran:


1. Buku catatan adalah kumpulan ide-ide yang liar dan bebas. Saat ini guru perlu memantik dan mendukung setiap siswa menulis pkan idenya dengan bebas berkaitan dengan topik pelajaran atau sesuatu yang menarik perhatiannya.  Kenyataannya banyak para seniman, ilmuan, penulis membawa catatan mereka dan siap menuliskan ide baru yang kreatif di setiap kesempatan. “Jika ide adalah  kupu-kupu, buku adalah jaring”, kata Sir Ken Robinson.


2. Jelajahi sumber inspirasi baru bersama-sama. Kreativitas perlu dibangun dengan diberi asupan inspirasi yang baik dan hebat. Beberapa sumber inspirasi seperti alam, tempat-temlat bersejarah, musik, karya seni serta perjalanan dapat dijadikan pintu untuk mengajak anak-anak menemukan ide yang kreatif. Belajar tidak dilakukan hanya sebatas aktifitas di ruang tertutup dengan ukuran dan susunan meja kursi yang baku. Banyak sumber belajar yang inspiratif yang dapat guru fasilitasi dalam proses pembelajaran.


3. Perkenalkan kepada anak-anak dunia penemuan dan penelitian sesuai tingkatan usia dan kelas mereka. Mengenalkan berbagai penemuan baru yang luar biasa dan menjadikan hal itu sebagai salah satuntprutinitas belajar yang mengasyikkan di kelas akan membangun jiwa kreatifitas murid Anda. Kunjungi situs kumpulan penemuan dan hasil kreatifitas dunia di tautan berikut;  Make , Instructables ,   Kickstarter .


4. Perkenalkan dan ceritakan kepada murid-murid Anda tentang ‘desain’. Bagaimana sebuah desain memengaruhi kehidupan orang banyak? Bagaimana kita terikat dan hidup dengan desain karya manusia hebat? Cobalah memulai membuat sebuah desain lewat karya seni atau rancangan kelas bersama-sama.


5. Gunakan metode mengajar berbasis peta pikiran (mind map) dan diagram alir (flowchart).  Peta pikiran adalah cara yang bagus untuk menghubungkan ide dan mencari jawaban inovatif dan kreatif untuk sebuah pertanyaan. Buat peta pikiran dengan menuliskan topik atau kata utama. Selanjutnya, hubungkan istilah atau ide terkait di sekitar kata utama. Meskipun mirip dengan brainstorming, teknik ini memungkinkan ide-ide bercabang dan menawarkan cara yang sangat visual untuk melihat bagaimana ide-ide saling terkait.

Saat Anda mulai mengembangkan proyek baru, buat diagram alur untuk melacak presentasi proyek dari awal hingga akhir. Carilah berbagai jalur atau rangkaian peristiwa yang mungkin terjadi. Bagan alir dapat membantu Anda memvisualisasikan produk akhir, menghilangkan potensi masalah, dan menciptakan solusi unik.


6. Mulai mengajak murid membuat challenge kreatifitas lewat tantangan 100 hari menuju karya kreatif kelas atau project kelompok. Atau lakukan dokumentasi kreatifitas setiap anak selama 100 hari. Buat tabel pencapaiannya dengan ukuran yang rasional. Perhatikan perkembangan setiap anak setiap hari dalam tabel tersebut.


7. Adakan klub-klub inovator di sekolah. Ini adalah terobosan yang sangat menarik menurut saya di dunia pendidikan, mulai dari tingkat dasar. Klub inovator adalah media sosialisasi dan ajang penemuan bakat, multi kecerdasan para siswa dan cara suatu cara yang baik  membangun rasa percaya diri murid. Tidak ada karya yang tidak diapresiasi. Semua hasil karya hebat! Dan guru maupun sekolah wajib memberi apresiasi setiap karya yang dihasilkan dan dipresentasikan di hadapan komunitas klub.


          [BungRam-08112021]


 

Artikel pendidikan

Artikel parenting