Hubungi BungRam    

Seri Sekolah Abad 21 #1

#1. Tentang Lingkungan Belajar – bagian kesatu



“We shape our buildings, and afterwards our buildings shape us.” - Winston Churchill

Salah satu hal yang menjadi perhatian dan menjadi konsentrasi penelitian tentang bagaimana sekolah modern dibuat untuk memfasilitasi pendidikan anak di abad 21 ini ialah tentang lingkungan belajar.

Pendidikan abad 21 bukan hanya tentang perubahan suatu sistem pengajaran, orientasi dan teknologi atau perangkat belajar modern. Pemikiran tentang bagaimana sebuah kingkungan belajar dirancang untuk mendukung proses pendidikan dan pengajaran, memfasilitasi terlaksananya aktifitas belajar yang memberikan kemudahan mencapai penguasaan keterampilan abad 21 adalah hal penting yang kita harus perhatikan dan siapkan. Lingkunan fisik akan mendukung emosional dan sosial untuk kesuksesan belajar.

EB98B57E-ACBD-494F-BD8E-E4BA1F5534D9

picture from: https://www.bfx.com.au/wp-content/uploads/Eliminating-the-Teacher-Desk-hero.jpg

Perhatian terhadap sarana dan prasarana sekolah abad 21 mencakup fasilitas belajar klasikal dengan model penataan yang fleksibel dan mendukung aktifitas anak berinteraksi, berkomunikasi secara kolaboratif. Kemudian lingkungan fisik sekolah dirancang untuk mendukung lingkungan sosial emosional untuk mendukung proses belajar dan mengembangkan keterampilan non akademik dan kreatifitas.

 

Ruang Kelas 

 

Standar ruang kelas yang pernah ada selama ini menunjukkan rancangan untuk pola belajar konvensional dan cenderung membuat aktifitas belajar murid pasif. Tata letak meja kursi, papan tulis, posisi meja kursi guru, tambahan perlengkapan murid (rak, lemari dan (proyektor jika ada)).

 

Sekolah abad 21 harus mengubah ruang belajar sebagai area yang atraktif, tersusun dengan felksibel dan dinamis, serta menghilangkan posisi duduk murid guru yang berhadapan satu arah. Dalam kelas, setiap murid dapat mengambil perannya sebagai pendengar juga sebagai pembicara. Mereka harus dipandang sebagai anak yang mampu menjadi learner sekaligus tutor. 

Ruang kelas harus memiliki ukuran yang cukup luas dan dilengkapi mini perpustakaan dengan buku-buku sesuai tingkatan mereka dan buku-buku literatur pendukung. Ruang kelas mendukung area atau ‘relax space’ yang memfasilitasi  murid duduk bebas membaca, menulis atau membuat karya kreatif. 

 

Ruang kelas dirancang sebagai ruang “inovator”, kolaborasi berbagai ide menjadi sebuah karya bersama atau karya individu yang memberi setiap murid rasa percaya diri atas kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing. Bukan ruang milik “kekuasaan” guru yang mengatur setiap langkah, keinginan, dan pendapat murid sehingga mereka tidak menjadi  dirinya yang asli, karena harus mengikuti keinginan guru dan arahan akademik yang kaku. 

 

Ruang kelas Sekolah Abad 21 adalah ruang yang dilengkapi fasilitas modern namun memberi nuansa yang humanis. Sehingga tidak ada sekat yang membatasi interaksi dan komunikasi sebagai komunitas kelas yang heterogen. Membuat suasana keakraban dan saling menghargai satu sama lain. 

Halaman dan area outdoor

Halaman ruang mencerminkan suasana psikologis ruangan. Ketika anak-anak akan memasuki ruang kelas mereka. Mereka akan melewati halaman sekolah, halaman depan kelas dan berbagai area taung lainnya di sekolah. Di Sekolah Abad 21 halaman adalah pendukung emosi dan psikis murid. Mulai saat mereka memasuki gerbang sekolah, beraktifitas selama di skolah hingga kembali ke rumah. Menggabungkan halaman sekolah ke dalam kurikulum dan kehidupan murid  membuka pintu ke sejumlah besar pengalaman yang akan membantu mengembangkan kompetensi global, ekoliterasi, kebugaran fisik, nutrisi, kreativitas, kolaborasi, keterampilan mandiri dan saling bergantung. 

Halaman sekolah dapat dirancang  kaya dengan peluang untuk mempelajari ilmu pengetahuan secara langsung (daripada membacanya di buku teks), serta peluang untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam matematika, seni bahasa, sejarah, geografi, dan bahkan bahasa dunia, seni dan produksi media;

-        art painting wall

-         creative playground

-       wall magazine 

-      eco green park

-       ensemble area

-       outbond and adventure area

-       science and technology area

Lingkungan Sosial/Emosional

Ada empat kebutuhan dasar yang  harus dipenuhi menurut William Glasser, seorang psikiater dan penulis buku dan pendiri Glasser Institute sebelum siswa dapat belajar: 

  •    1. kebutuhan untuk memiliki dan mencintai
  •    2. kebutuhan akan kekuasaan
  •    3. kebutuhan akan kebebasan
  •    4. kebutuhan untuk bersenang-senang


Berdasarkan kebutuhan tersebut, dan pada tren di masyarakat dan tenaga kerja, kita harus menciptakan lingkungan emosional di kelas yang mendukung kebutuhan tersebut. Kembangkan dan pertahankan tim dalam kelas, untuk memfasilitasi  kemampuan kerja dan saling melengkapi.  Tentu dibutuhkan intensionalitas dan waktu, tetapi itu sangat penting untuk kesehatan emosional anak-anak serta pembelajaran mereka.

  
Ilmu neurosains telah mengkonfirmasi bahwa keadaan emosional kita berhubungan langsung dengan seberapa baik kita belajar. Bahkan perasaan seperti malu, bosan, atau frustrasi –  bukan hanya rasa takut – dapat memacu otak untuk memasuki kondisi  "fight or flight".  Amigdala mengalami overdrive dan menghalangi bagian otak yang dapat menyimpan ingatan.  Mengurangi stres dan membangun iklim emosional yang positif di kelas bisa disebut merupakan komponen pengajaran yang paling penting. Bersambung..


[BungRam-01112021]

 

Artikel pendidikan

Artikel parenting