Hubungi BungRam    

5 Hal Penting bagi Kepala Sekolah Efektif

Bagikan

Jalan  yang  paling  produktif  melangkah  ke  depan  dalam  situasi  belajar  yang  tidak normal,  atau  sebagian  besar  menyebutnya  menjenuhkan  adalah    bergerak  dengan sengaja  menuju  tujuan  yang  jelas,  selaras,  dan  kolaboratif.  Di  sekolah,  sama  seperti dalam  kehidupan,  tujuan  membuat  kita  tetap  membumi  dan  terpusat.  Ketika orang-orang  berinvestasi  pada  tujuan  yang  jelas,  mereka  lebih  mampu  menghadapi berbagai    tantangan  karena  mereka  tahu ke  mana  mereka  menuju. 


Kepala  sekolah  bukan  pemain  sirkus,  ia adalah  laksana  pemilik  sirkus. Kemampuannya  melakukan  adaptasi, inovasi  dan  perubahan  menyesuaikan kebutuhan  penikmat  pertunjukan  dalam  mengelola  karnaval  sirkus  amat menentukan  pencapaian  tujuan,  baik tujuan  dirinya  maupun  tujuan  karnaval. Memimpin  sekolah  tidak  serumit  memimpin  karnaval  sirkus,  namun  pemimpin sekolah  adalah  seorang  yang  berdiri  melihat  jauh  berkali  lipat  ke  depan  daripada guru,  di  situ  dibutuhkan  kompetensi,  keterampilan,  kreatifitas,  dan  tentu  wawasan. Kelak  itu  di  sebut  sebuah  ‘pengalaman’. 


 Berikut  beberapa  hal  penting  menjadi  kepala  sekolah  yang  efektif: 


1. Buat  catatan  harian  rencana  kerja  dan  lakukan  review  dari  catatan  tersebut setiap  selesai  jam  kerja  (saat  Anda  santai  atau  saat  menjelang  tidur  dan  lain-lain). 


2. Jangan  pernah  mentolerir  ketidakdisiplinan.  Disiplin  adalah  “tongkat  sirkus” yang  efektif  mengendalikan  kerjaan  di  sekolah.  Awal  tidak  beresnya  pekerjaan, karena  orang  mengabaikan  disiplin.  Itulah  sebabnya,  mengapa  Singa  yang  buas menjadi  menurut  di  pertunjukan  sirkus?  karena  pelatih  memiliki  disiplin  mulai dari  merawat  singa,  hingga  membuat  singa  mengerti  intruksi. 


3. Insiatif.  Kepala  sekolah  harus  memiliki  segudang  inisiatif  dalam  berbagai pekerjaan.  Namun  tidak  mengambil  alih  pekerjaan  itu  dari  yang  bertugas  atau  penanggungjawab  pekerjaan  tersebut.  Inisiatif  semacam  dorongan  agar pekerjaan  dilakukan  sesuai  rencana  dan  aturan. 


4. Perbanyak  bacaan  Anda.  Karena  kepala  sekolah  adalah  orang  yang  harus memberi  contoh,  ia  harus  memiliki  pengetahuan  labih  banyak  dari  guru  yang dipimpinnya.  Kepemimpinan  akan  efektif,  saat  pengikut  merasakan  manfaat  dari kepemimpinan  Anda  dalam  hal  pengetahuan  di  bidang  pekerjaan  yang  diampu. 


5. Sibukkan  diri  Anda  kepada  hal-hal  yang  sistemik  dan  manajerial  organisasi, bukan  disibukkan  dengan  pekerjaan  administrasi,  karena  Anda  memiliki  struktur organisasi  kerja  yang  harus  Anda  jalankan  dengan  efektif.  Kepala  sekolah  bukan seperti  pemain  sirkus.  Ia  tidak  harus  melompat  dan  berayun  untuk  menunjukkan kemampuannya,  meski  sejatinya  ia  menguasai  juga  teknik  berayun dan  melompat.  Yang  jauh  lebih  penting  bagi  kepala  sekolah Adalah  memahami  manajemen  kerja  organisasi  lembaga sekolah,  mendalami  sistem  pendidikan  yang  terus berkembang.  Di  situlah  mengapa  Anda  berbeda dengan  guru  biasa.  [BungRam]


Recomended

D61B2F60-5047-4815-9F4B-73A4903B7CC6

Menemukan Tujuan Dalam Proses Pendidikan

Ketika para siswa beraktifitas dengan guru di kelas atau di sekolah, maka proses belajar sedang berlangsung secara alami dan juga melalui kondisi yang disengaja oleh para guru atau instruktur. Ketika siswa menghadiri aktifitas sekolah secara teratur, ia sedang membangun hubungan, membangun komunikasi, melatih skill berinteraksi satu sama lain. Secara bertahap proses itu kemudian menjadi pola dalam perilaku belajar atau gaya belajar siswa. Psikolog Mihaly Csikszentmihalyi mengistilahkannya sebagai “flow”, keadaan di mana orang begitu terlibat dalam suatu aktivitas sehingga tidak ada hal lain yang tampak penting; pengalamannya sangat menyenangkan sehingga orang akan melakukannya bahkan dengan konsekwensi atau beban  biaya.

 

Bagaimana pendidikan membantu para siswa menemukan tujuan-tujuan dirinya? Memberikan makna atas apa yang dilakukan secara rutin di sekolah sebagai aktifitas “flow” tersebut di atas, agar apa yang mereka alami, apa yang mereka ikuti, menerima arahan, instruksi dan lain sebagainya membantu menghadirkan sebuah konektifitas  yang baik, bermakna dalam hidup mereka?


Siswa Unggul Ketika Mereka Menemukan Tujuan—Bagaimana Guru Membantu Mereka?.

Selengkapnya

C61DE5E0-6093-49AE-9295-811DB76F3F89

Berteman dengan orang Narsis

Pernah melihat unggahan di media sosial tentang seseorang dan aktifitasnya yang cukup mencolok? Atau boleh dikatakan berlebihan? Berlebihan karena hampir semua unggahannya mengisyaratkan bahwa dirinya merasa sangat istimewa, ingin menjaring ‘like’, komentar sebanyak-banyaknya, ingin dipuji karena unggahannya.


Menurut psikolog, narsisitik adalah bagian dari gangguan kepribadian, personlity disorder. Sebutan lainnya adalah  megalomania, gangguan kepribadian yang ditandai dengan pola jangka panjang dari mementingkan diri sendiri yang berlebihan, keinginan yang berlebihan untuk dikagumi.


Bagaimana mengidentifikasi perilaku narsistik pada orang-orang di sekitar kita?

Apa yang perlu kita pahami jika berteman dengan orang narsis?


Secara umum bisa kita pahami bahwa seseorang mengidap gangguan kepribadian narsistik bilamana ia begitu memiliki keinginan atau obsesi terhadap pujian yang berlebihan. 

Selengkapnya

Tulisan tentang pendidikan lainnya