Hubungi BungRam    

Memaksimalkan Tipe Kecerdasan Majemuk

Memaksimalkan Tipe Kecerdasan Majemuk Lewat Berbagai Aktivitas di Kelas

   

Teori Kecerdasan Majemuk


Pada tahun 1983, Howard Gardner mengajukan teori kecerdasan majemuk (Multiple Intellgence), meskipun dia terus merevisi teorinya selama bertahun-tahun. Ia merasa konsep kecerdasan tradisional tidak lengkap dan malah mengusulkan berbagai jenis kecerdasan, awalnya ada 8 jenis kecerdasan:


1. Linguistik (terampil dengan kata-kata dan bahasa)

2. Logis-matematis (terampil dengan logika, penalaran, dan / atau angka)

3. Kinestetik-tubuh (ahli dalam mengontrol gerakan tubuh seperti olahraga, tarian, dll.)

4. Visual-spasial (terampil dengan gambar, penilaian spasial, dan / atau teka-teki)

5. Musikal (terampil dengan suara, ritme, nada, dan musik)

6. Interpersonal (terampil berkomunikasi dengan / berhubungan dengan orang lain)

7. Intrapersonal (terampil dalam pengetahuan diri, refleksi, dll.)

8. Naturalistik (terampil memahami / berhubungan dengan alam)

 

Kemudian pada tahun 1999 Gardner menambahkan satu lagi jenis kecerdasan baginya yang delapan, yaitu kecerdasan eksistensial. Karena secara spiritual, seseorang bisa memiliki sebuah keistimewaan, dan itu merupakan salah satu bagian dari bentuk lain perkembangan kecerdasan. Iapun menyebutnya sebagai “kecerdasan eksistensial” (existential intelligence).

Maka kini teori kecerdasan majemuk memberikan simpulan tentang jumlah kecerdasan yang bisa ada sebagian pada setiap anak adalah:


1.    Linguistik (terampil dengan kata-kata dan bahasa)

2.    Logis-matematis (terampil dengan logika, penalaran, dan / atau angka)

3.    Kinestetik-tubuh (ahli dalam mengontrol gerakan tubuh seperti olahraga, tarian, dll.)

4.    Visual-spasial (terampil dengan gambar, penilaian spasial, dan / atau teka-teki)

5.    Musikal (terampil dengan suara, ritme, nada, dan musik)

6.    Interpersonal (terampil berkomunikasi dengan / berhubungan dengan orang lain)

7.    Intrapersonal (terampil dalam pengetahuan diri, refleksi, dll.)

8.    Naturalistik (terampil memahami / berhubungan dengan alam)

9.    Eksistensial (terampil melakukan perenungan diri, mengolah unsur spiritualitas dalam diri sendiri)

 

Bagi banyak guru, teori MI sangat masuk akal. Siapa yang tidak memiliki siswa yang tidak dapat menulis paragraf yang koheren tetapi dapat memecahkan teka-teki apa pun yang Anda letakkan di hadapan mereka? Atau siswa yang tetap mengetuk pensil mereka secara ritmis saat mereka belajar karena “itu membantu mereka berpikir”? Meskipun tidak semua pertanyaan tentang sains MI telah terjawab, ini bisa sangat membantu di dalam kelas.


 Mungkin Anda pernah mendengar tentang ‘Teori Kecerdasan Majemuk’  tetapi Anda tidak yakin cara kerjanya di kelas Anda. Mungkin Anda belum pernah mendengarnya, tetapi Anda tahu beberapa siswa Anda cerdas dalam hal tes yang tidak terukur. Atau mungkin Anda hanya mencari masukan untuk menghidupkan aktivitas pembelajaran tahun ini lebih menarik. Apa pun yang terjadi, pemahaman akan kecerdasan majemuk dapat memberi Anda - dan siswa Anda - cara baru untuk berbagai pendekatan dalam  pembelajaran.


Cara Memanfaatkan Berbagai Jenis Kecerdasan di Kelas


1.    Kenali Siswa Anda Lebih Baik

Ada banyak alat penilaian MI yang tersedia online dan dicetak untuk digunakan di kelas Anda. Tes ini dapat memberikan gambaran yang menarik tentang kemampuan bawaan siswa Anda. Siswa hendaknya memikirkan tentang bagaimana menggunakan kekuatan mereka untuk membantu mereka dalam semua mata pelajaran. Mungkin siswa yang cerdas musik itu harus membuat lagu untuk membantunya mempelajari Tabel Periodik Unsur. Atau siswa yang cenderung visual itu hendaknya membuat gambar untuk membantu mengingat siklus hidup kupu-kupu.


2.    Memperluas Kegiatan Tradisional

Kegiatan tradisional sekolah  berfokus terutama pada kecerdasan linguistik dan logis-matematis. Namun berikut beberapa cara untuk mencapai jenis kecerdasan apa pun di kelas Anda:


Ø  Linguistik

Mintalah siswa untuk menulis cerita tentang apa yang mereka pelajari. Jika mereka mempelajari suatu proses, minta mereka menulis manual instruksi atau memberikan pidato “bagaimana caranya”. Menulis skrip, membuat video, atau mendesain brosur adalah kegiatan lain yang baik untuk kecerdasan ini.


Ø  Logika Matematika

Selain mengerjakan soal matematika, kecerdasan ini berfokus pada penalaran logis dan pemecahan masalah. Dapatkah siswa melakukan survei dan membuat grafik atau memetakan hasilnya? Untuk kelas bahasa Inggris atau sejarah, gunakan debat untuk mengajarkan dasar-dasar logika dan retorika. Minta siswa untuk berfungsi seperti yang dilakukan ilmuwan kehidupan nyata - menggunakan logika dan / atau matematika untuk memecahkan masalah atau mengajukan hipotesis.


Ø  Kinestetik

Biarkan siswa yang memiliki kecenderungan kinestetik belajar   memerankan sandiwara, menari, atau secara fisik meniru proses ilmiah. Gunakan aktivitas belajar dengan memanfaatkan kemampuannya bergerak aktif, berlari, melompat, juga gerakan manipulatif dalam bidang matematika, minta mereka membuat model dengan tanah liat, atau membuat kolase tentang konsep penting.


Ø  Visual-Spasial

Biarkan siswa yang "pintar-gambar" ini menggambar diagram, mengilustrasikan proyek kelompok, atau mengembangkan presentasi PowerPoint. Anda mungkin ingin mendorong kelompok ini untuk menggunakan simbol atau warna untuk membantu mereka memahami catatan mereka, karena mereka mungkin kesulitan dengan metode pencatatan tradisional. Penyelenggara grafis juga dapat membantu mereka.


Ø  Musikal

Siswa-siswa ini mungkin adalah musisi berbakat, tetapi mereka juga cenderung memiliki telinga yang baik untuk ritme dan pola pada indera. Pertimbangkan aktivitas musik seperti meminta mereka membuat lagu tentang subjek mereka atau membuat hubungan antara suara / musik dan informasi yang Anda ajarkan. Misalnya, mintalah siswa untuk memilih tiga buah musik - satu musik mewakili benda padat, satu mewakili benda cair, dan satu merepresentasikan gas. Minta mereka memutar klip dari setiap musik dan kemudian jelaskan mengapa mereka memilih masing-masing - ini akan menarik minat mereka sambil tetap memungkinkan Anda untuk memeriksa pemahaman (misalnya, musik "padat" harus terdengar lebih berat daripada musik "gas" ). Siswa-siswa ini juga dapat menikmati membuat podcast atau item pendengaran lainnya.


Ø  Interpersonal

Para pembelajar ini biasanya adalah orang-orang yang sering angkat bicara. Manfaatkan energi cerewet itu melalui diskusi kelas atau kerja kelompok, biarkan mereka mengajar di kelas, atau gunakan teknologi agar mereka berinteraksi dengan orang lain melalui Skype, obrolan, dll.


Ø  Intrapersonal

Beri siswa ini tugas yang menantang mereka untuk membuat hubungan antara pengalaman pribadi mereka dan mata pelajaran kelas. Blog, jurnal, dan esai tentang topik pribadi adalah tugas umum, tetapi siswa ini juga dapat memperoleh manfaat dari tugas metakognitif, yaitu mendorong mereka untuk memikirkan gaya dan proses belajar mereka sendiri. Mengembangkan portofolio tugas individu juga dapat menarik bagi siswa ini.


Ø  Naturalis

Gabungkan dunia luar untuk menarik perhatian para siswa ini. Kunjungan lapangan dan pembelajaran berbasis proyek adalah hal yang ideal, tetapi apa pun yang memungkinkan mereka mendapatkan udara segar dan berinteraksi dengan tumbuhan dan hewan akan membantu. Ambil kelas di luar pada hari yang menyenangkan, atau undanglah siswa ini untuk membantu Anda merawat taman kelas. Gunakan benda alami seperti bunga atau batu untuk kegiatan matematika manipulatif atau minta mereka menulis puisi tentang langit.

Memberikan tugas untuk mencapai semua kecerdasan majemuk bisa sangat memakan waktu, jadi mulailah dari yang kecil! Pilih satu atau dua kecerdasan yang biasanya tidak Anda gunakan dalam pelajaran Anda, dan temukan cara untuk menggabungkannya. Interpersonal, intrapersonal, dan naturalistik bisa menjadi beberapa hal yang lebih mudah untuk dimulai.

Solusi lain? Pilih satu tugas umum (misalnya, laporan buku) dan brainstorming alternatif MI, seperti: menulis lagu tentang buku, membuat diorama tentang buku, dll. Kemudian memungkinkan siswa untuk memilih alternatif dari tugas tradisional sesekali. Anda mungkin akan terkejut dengan hasilnya!


Ø  Eksistensial

Kecerdasan eksistensial melibatkan kemampuan individu untuk menggunakan nilai kolektif dan intuisi untuk memahami orang lain dan dunia di sekitar mereka. Orang yang unggul dalam kecerdasan ini biasanya dapat melihat gambaran besarnya. Para filsuf, teolog, dan pelatih /motivator termasuk di antara mereka yang menurut Gardner memiliki kecerdasan eksistensial yang tinggi.

Melalui kecerdasan ini, khususnya, mungkin tampak esoterik, ada cara yang dapat dilakukan oleh guru dan siswa untuk meningkatkan dan memperkuat kecerdasan eksistensial di dalam kelas, antara lain:


- Buat hubungan antara apa yang sedang dipelajari dan dunia di luar kelas.
- Beri siswa ikhtisar untuk mendukung keinginan mereka melihat gambaran besarnya.

- Mintalah siswa melihat suatu topik dari sudut pandang yang berbeda.

Mintalah siswa meringkas informasi yang dipelajari dalam sebuah pelajaran.

- Mintalah siswa membuat pelajaran untuk mengajarkan informasi kepada teman sekelas mereka.
 

Pada akhirnya, setiap pembelajaran yang dirancang oleh guru adalah serangkaian percobaan, eksplorasi pemikiran dan penemuan dalam aktivitas mengajar dengan pendekatan yang lebih manusiawi. Artinya guru betul-betul bertindang bukan sekedar pen-transfer pengetahuan. Namun ia adalah seorang yang mengarahkan anak-anak mengenali dirinya, dan menemukan pengalaman yang menyenangkan dalam proses belajar sesuai karakteristik dan kemampuannya masing-masing.

[U5R-23032021]

        

Bagikan

Artikel Lainnya

DB34F471-CC56-4540-B438-BC275B540CCD

Sticky Notes Guru Kelas - #10 Mengatur Kelas Lebih Efektif Secara Daring

8EABE3CA-978F-418C-BF70-F796F5DFB8A4

Anak Aktif, Bukan Suatu Masalah

BDAC14F4-1583-4415-BF0E-6179AA5BD3A5

Sticky Notes Guru Kelas - #9 Memanfaatkan Game Edukasi Daring

C02D73CA-AAF6-4B9D-8B1F-D4F89DF08F1E

Tips Mengelola Rutinitas Pagi Bersama Anak

149B539D-6274-4B47-B74D-349A3F95FD8A

Sticky Notes Guru Kelas - #8 Melatih anak (siswa kelas rendah) belajar dengan pendekatan PBL (Problem Based Learning)

589BD8FB-22E4-4F46-8A6A-BF7EBD031EDD

Sticky Notes Guru Kelas - #7 – Menata Kelas Untuk Mendukung Efektifitas Belajar

D9A27F06-63BF-46C5-A34C-652A8B2FEA3C

Bagaimana Anak Bermain Dengan Temannya? Mereka Belajar dari Ayah

4F386E20-806C-4AF1-9C52-61B4A7D61FFB

Era Industri 4.0 dan perubahan pendidikan, masih ingatkah (pedulikah) kita?

{"origin":"gallery","uid":"2176AF49-EE37-47E7-9CF4-86179503AA26_1609722106056","source":"other"}

Pendidikan; Investasi Berharga Untuk Kemajuan Bangsa