Hubungi BungRam    

Membangun Kultur Positif di Sekolah

Membangun Kultur Positif di Sekolah


“As teacher, we have opportunity to foster positive changes, to the everyday experience  in our schools. Investing time in improving school culture is worth and effort.” [Brad Kuntz]

  

Apa yang membuat sebuah sekolah menjadi tempat yang tepat untuk tumbuh kembang anak? Apakah pola didik dan pola asuh memberikan apa yang benar-benar di utuhkan dan mendukung terwujudnya pendidikan dan pengasuhan bagi anak sebagai peserta didik? Apakah guru telah menjadi tenaga pendidik yang mewakili tanggungjawab orangtua dalam proses pendidikan selama di sekolah? Sebagai salah satu miliu pendidikan yang penting setelah rumah, sekolah harus memiliki ‘kultur positif’ yang memfasilitasi tumbuh kembang anak sebagai peserta didik dengan baik.  ‘Kultur positif’ di sekolah berdampak, tidak hanya pada sikap siswa dan guru, tetapi pada seluruh pengalaman belajar. Anda sebagai guru atau pemimpin sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan kultur sekolah yang positif.

 

Bagaimana membangun kultur positif di sekolah?

 

Pengertian ‘kultur sekolah’

 

Pada dasarnya, kultur sekolah terdiri dari pengaruh dan sikap yang mendasari segala aktivitas di dalam sekolah - berdasarkan norma, tradisi dan kepercayaan staf dan siswa. Seberapa pentingkah keberadaan kultur sekolah? Amat penting! Singkatnya, suasana yang ada di sekolah Anda akan memengaruhi semua yang terjadi di lingkungan sekolah. Melampaui siswa, juga berkaitan dengan bagaimana guru berinteraksi satu sama lain, dengan siswa mereka, dan dan dengan orang tua.

 

Ketika semua ‘stakeholder’ sekolah gagal mewujudkan sikap positif dalam berinteraksi, bekerja. Staf dan tenaga pendidik serta kependidikan gagal melayani murid dan orangtua, tidak adanya komunikasi yang positif satu sama lain, persaingan dan sikap egois atasan, serta buruknya kinerja sebagian atau seluruh tenaga pendidik dan kependidikan, maka sekolah itu sudah bisa dikatakan memiliki ‘kultur yang negatif’. Anthony Muhammad - kepala sekolah menengah dan penulis Transforming School Culture: How to Overcome Staff - menggambarkan tentang sekolah yang gagal untuk mencari tahu apa saja yang dapat menumbuhkan karakteristik yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pembelajaran siswa sebagai  toxic school!’.

 

Kultur sekolah yang positif adalah tempat di mana perilaku pendidik, sikap dan pola kerjanya diterjemahkan menjadi pengalaman positif bagi staf dan siswa. Keberhasilan, kegembiraan, kenyamanan bekerja, dan pencapaian adalah ciri-ciri utama kultur  sekolah yang positif. Ketika sekolah Anda memiliki kultur yang positif, guru akan bersemangat untuk bekerja karena mereka melihat gambaran yang lebih besar, dan siswa berada pada posisi yang lebih baik (secara mental dan emosional) untuk belajar.

 

Sekolah yang memiliki kultur positif menempatkan setiap insan di dalamnya adalah sebagai bagian penting untuk kesuksesan bersama, yaitu mencapai tujuan, visi, dan misi sekolah. Bukan mencapai tujuan, keinginan atau kemakmuran atasan atau pemilik sekolah dengan pola “membangun usaha jasa pendidikan” sebagai bagian dari aktivitas sosial, karena yang demikian menempatkan staf, guru dan karyawan sebagai ‘pekerja’ lembaga, bukan ‘penggerak misi utama sebuah lembaga pendidikan’.

 

Bagaimana bentuk kultur sekolah? 

 

Kultur sekolah di samping sebagai sebuah nilai kehidupan, pengaruh dan sikap  yang mendasari segala aktifitas insan di lembaga sekolah, juga sebagai sebuah acuan berjalannya aturan dan kode etik sekolah.  Bentuk kultur sekolah dapat tertulis dalam bentuk frasa yang jelas dan melingkupi berbagai hal dari semua aktivitas di lembaga sekolah.

 

Peran pimpinan dalam membangun kultur positif sekolah 

 

Apa peran Anda sebagai pimpinan dalam menciptakan kultur sekolah yang positif? Peran Anda sebagai pemimpin sekolah dapat ditentukan dalam tiga langkah dasar:

1.  Pahami kultur sekolah Anda : Analisis dan pahami kultur sekolah Anda saat ini. Ini berarti mengamati sikap guru, karyawan  di sekolah, di kelas dan dalam rapat, dan memahami perasaan umum siswa terhadap sekolah dan staf.

2.   Identifikasi aspek mana yang beracun dan mana yang positif : Tuliskan aspek-aspek sekolah Anda yang meningkatkan suasana positif  dan yang menyebabkan suasana negatif pada guru, karyawan dan siswa. Lakukan pemetaan masalah yang disebabkan oleh aspek negatif dari setiap perilaku di sekolah, kemudian buatbperencanaan secara menyeluruh untuk mereduksi dan mengeliminasi semua hal yang negatif yang akan menjadi racun bagi sekolah.

3.   Memperkuat elemen positif : Dari daftar itu, tarik aspek positif dari kultur sekolah Anda, dan sertakan nilai, sikap, atau kualitas lain yang ingin Anda lihat di sekolah Anda. Kemudian, lakukan tindakan untuk memperkuat kualitas positif tersebut dan menciptakan kultur sekolah yang positif.

4.    Melakukan analisis situasi dan antisipasi: Kultur sekolah dalam bentuk frasa tertulis menjadi penguat visi, misi dan tujuan pendidikan di lembaga sekolah. Peran pimpinan sekolah melakukan berbagai hal untuk menganalisis situasi individu dan lembaga yang bisa mengintegrasikan uraian kultur tersebut ke dalam perilaku akademik dan iklim interaksi di dalam lembaga sekolah.

 

Berikut beberapa hal yang membantu Anda membangun kultur positif di sekolah

 

1. Tetapkan komitmen tentang apa dan bagaimana semua orang bekerja dan berinteraksi di sekolah, sepakati dengan penuh pemahaman dan penerimaan yang baik.

2.    Ciptakan keterlibatan setiap pihak untuk menjalankan visi misi dan tujuan sekolah secara konsisten.

3.    Buat aturan yang jelas dan disepakati serta dijalani dengan tulus dan konsisten.

4.    Rayakan setiap prestasi pribadi dan perilaku yang baik untuk setiap insan di sekolah, mulai dari siswa, staf, guru hingga pimpinan sekolah, bahkan pemilik sekolah.

5. Tetapkan norma sekolah dan nilai-nilai besar nan baik di sekolah untuk menempatkan setiap orang dengan posisi terhormat.

6.    Perjelas tentang hak pribadi dan hak lembaga sebagai organisasi beserta kewajiban dan turunannya.

7.    Contohkan perilaku yang Anda ingin itu terlaksana dan membudaya di sekolah.

8.    Tetapkan dan laksanakan disiplin dengan konsisten

9. Libatkan siswa dalam beraktivitas yang membuat mereka tumbuh dengan rasa percaya diri dan dihargai.

10. Munculkan suasana yang mendorong setiap guru melakukan inovasi dalam proses pembelajaran

11. Ciptakan iklim kerja yang mendorong guru bersikap profesional dan berkesempatan untuk maju dan hidup sejahtera.

12. Ciptakan kultur sekolah yang berwawasan lingkungan dan peduli terhadap isyu lingkungan hidup

13. Buka peluang kolaborasi dalam setiap moment sekolah bersama pihak luar

14. Jadikan nilai-nilai integritas kerja sebagai “panglima” untuk kesuksesan lembaga dan seluruh personel sekolah.

15. Hidupkan kultur “setiap orang adalah pendidik dan calon leader” di lingkungan sekolah.

  

Jika Anda sudah memulai upaya untuk membangun kultur sekolah yang positif tetapi tidak melihat hasil yang Anda harapkan, jangan khawatir. Mengubah sikap semua staf dan siswa di sekolah Anda tidak akan menjadi proses dalam semalam. Namun, itu pantas untuk ditunggu. Ingat: proses perubahan ini dimulai dari Anda. Jadi, upayakan untuk meniru perilaku dan sikap yang ingin Anda lihat ditampilkan di sekolah Anda. Tetap bekerja dengan sabar dalam membangun kultur sekolah yang mendorong tindakan positif, dan siswa Anda akan lebih siap untuk belajar lebih baik dan menjadi lebih sukses sekarang dan di masa depan.

 

   

[BungRam-17032021]

Bagikan

Artikel Lainnya

8EABE3CA-978F-418C-BF70-F796F5DFB8A4

Anak Aktif, Bukan Suatu Masalah

BDAC14F4-1583-4415-BF0E-6179AA5BD3A5

Sticky Notes Guru Kelas - #9 Memanfaatkan Game Edukasi Daring

C02D73CA-AAF6-4B9D-8B1F-D4F89DF08F1E

Tips Mengelola Rutinitas Pagi Bersama Anak

149B539D-6274-4B47-B74D-349A3F95FD8A

Sticky Notes Guru Kelas - #8 Melatih anak (siswa kelas rendah) belajar dengan pendekatan PBL (Problem Based Learning)

589BD8FB-22E4-4F46-8A6A-BF7EBD031EDD

Sticky Notes Guru Kelas - #7 – Menata Kelas Untuk Mendukung Efektifitas Belajar

D9A27F06-63BF-46C5-A34C-652A8B2FEA3C

Bagaimana Anak Bermain Dengan Temannya? Mereka Belajar dari Ayah

4F386E20-806C-4AF1-9C52-61B4A7D61FFB

Era Industri 4.0 dan perubahan pendidikan, masih ingatkah (pedulikah) kita?

{"origin":"gallery","uid":"2176AF49-EE37-47E7-9CF4-86179503AA26_1609722106056","source":"other"}

Pendidikan; Investasi Berharga Untuk Kemajuan Bangsa