Hubungi BungRam    

StickyNotes #3 – Menyiapkan Kelas
86B8C27A-C9EC-4629-9131-8FC1758D1310

Sticky Note Guru Kelas – Bagian 3 - Langkah Penting Sebelum Menyiapkan Kelas

Sebagai guru kelas mempersiapkan kelas yang efektif membutuhkan kesadaran, kesabaran, waktu yang tepat, batasan, dan naluri. Banyak tantangan dalam mengelola anak-anak, baik di kelas dasar maupun menengah yang memiliki berbagai macam karakter, keterempailan beragam, dan sikap emosi yang berbeda. Di sepanjang masa belajar, Anda perlu memperhatikan beberapa hal dalam mempersiapkan kelas yang efektif, dan hubungan yang sehat

Sticky Notes ketiga ini akan memberikan beberapa tips untuk Anda sebelum menyiapkan pembelajaran di kelas. 

1. JAGA DIRI ANDA UNTUK MENJAGA SISWA ANDA

 

Jika Anda melakukan penerbangan, biasanya akan dijelaskan atau diperlihatkan simulasi  keselamatan penerbangan bagi pars penumpang;  Jika terjadi gangguan penerbangan, dan ada intruksi menggunakan alat keselamatan, maka Anda diminta untuk memakai masker oksigen Anda sendiri terlebih dahulu.

Untuk belajar secara efektif, siswa Anda membutuhkan Anda yang sehat Jadi, cukupkan waktu istirahat Anda, makan makanan sehat, dan ambil langkah-langkah untuk memperhatikan kesehatan Anda sendiri.  Seorang guru harus memiliki kondisi tubuh yang sehat, perasaan yang baik saat menghadapi murid-muridnya. Anda bekerja 6 – 8 jam sehari di sekolah, akan menguras tenaga dan pikiran, dan melakukan hal terpenting bersama anak-anak, yaitu membuat berbagai keputusan, memberikan perlakuan dan pilihan terbaik kepada mereka. 

Studi yang tak terhitung jumlahnya menguatkan gagasan bahwa perawatan diri mengurangi stres, yang dapat menguras energi Anda dan mengganggu stamina  Anda.  Meskipun perawatan diri lebih merupakan kebiasaan atau praktik untuk kesehatan dan kenyamanan tubuh Anda sendiri daripada strategi pengelolaan kelas yang sebenarnya, manfaatnya meliputi fungsi eksekutif yang lebih baik, empati yang lebih besar, dan ketahanan yang meningkat — semua kualitas yang akan memberdayakan Anda untuk  membuat keputusan yang lebih baik ketika dihadapkan dengan situasi kelas yang menantang.

2. FOKUS PADA MEMBANGUN KONEKTIFITAS DENGAN MURID

 

Ini adalah hal yang paling sering dibahas. Membangun hubungan siswa-guru yang sehat sangat penting untuk tumbuhnya budaya kelas yang baik, dan bahkan membantu menyiapkan panggunguntuk kesuksesan akademis. 

Mendidik dan mengajar dua hal yang saling memiliki keterkaitan erat. Dan mungkin tidak bisa dipisah. Menyiapkan kelas tidak bisa beridiri kokoh tanpa dimulai dengan kemampuan guru membangun konektifitas dengan murid. Guru bisa jadi bukan sosok yang amat dekat dengan murid. Namun pengaruhnya bisa lebih kuat daripada ibu kandung.

Ketika Anda memiliki konektifitas yang baik, komunikasi yang baik dengan murid Anda, maka persiapan membuat proses kegiatan di kelas akan menyenangkan, memiliki dampak yang kuat terhadap antusiasme anak.

Buat variasi cara menyapa murid saat datang ke sekolah di pagi hari: salaman dengan tos beradu  kepalan tangan, tos tangan kemudian menempalkan ujung jempol terbalik, lalu bertepuk tangan dan saling menunjuk. Salaman kemudian menyentuh bahu kiri masing-masing dan mengepalkan satu tangan ke atas sambil berteriak “semangat!”.

 

3. TETAPKAN ATURAN, BATASAN, DAN HARAPAN (DAN LAKUKAN SEJAK AWAL)

 

Siswa tidak berkembang di tengah kekacauan. Mereka membutuhkan beberapa struktur dasar — ​​dan konsistensi — untuk merasa aman dan fokus.

Namun, mempertahankan budaya saling menghormati tidak berarti tujuan Anda adalah "berteman", Anda tidak bisa menjadi teman mereka. Anda bisa menjadi baik, penuh kasih, dan suportif, tetapi Anda tetap harus menjadi guru mereka.  Tetapkan kode etik di awal tahun, dan pastikan bahwa setiap orang — termasuk guru — berusaha untuk tetap setia padanya. 

Prediktabilitas itu penting. Di awal Anda bisa membuat tindak lanjut dengan pola imbalan dan konsekuensi. Jika Anda mengatakannya, bersungguh-sungguh.  Dan jika Anda bersungguh-sungguh, katakanlah.  Bersikaplah jelas, proaktif, dan konsisten.

Di antara konsensus umum  di antara para pendidik bahwa mencontohkan perilaku kelas yang sesuai akan menentukan suasana kelas bagi anak-anakSikap Anda sebagai guru sangat menentukan seperti apa suasana dan lingkungan kelas Anda. Jika Anda ingin ketenangan dan produktif, tunjukkan itu kepada anak-anak Anda. Meskipun menegakkan aturan secara konsisten itu penting, namun menunjukkan sikap yang tenang juga penting.

4. LAKUKAN PENDEKATAN BERBASIS ‘LENSA KEKUATAN

 

Temukan cara untuk menjadikan anak tersulit Anda sebagai anak favorit Anda," kata Karen Yenofsky, guru kelas 6 di Brawerman Elementary School Los Angeles. Pendekatan berbasis ‘Lensa kekuatan’  berarti tidak pernah lupa untuk melihat sesuatu di bawah permukaan perilaku, bahkan ketika itu tidak nyaman. “Temukan akar masalahnya”. 

 

Tidak ada murid yang tidak ingin sukses belajar. Guru harus menjadikan dasar pemikiran itu setiap kali menemukan kesulitan yang dialami murid saat belajar. Jika mereka berperilaku  tidak baik, pahami bahwa ada sesuatu di balik perilaku tersebut. Seeprti bayi yang menangis, bahkan menangis hebat, pahami mengapa bayi berperilaku seperti itu, apa yang ia butuhkan, cari tahu bagaimaana Anda memberikan yang ia butuhkan.  Sebenarnya ‘lensa kekuatan’ bisa digunakan dalam menghadapi situasi tidak nyaman dengan orang dewasa. Meski pendekatannya tentu akan berbeda.

 

Dan jangan lupa untuk terus bekerja memperdalam hubungan, memperhatikan konteks dan menggunakan bahasa dengan bijaksana. “Jangan terdengar terkejut ketika berkomentar tentang keberhasilan siswa yang kesulitan,” kata Jenni Park, seorang guru dari Asheville, North Carolina. “Daripada mengatakan, 'Wow! Itu luar biasa, 'lebih baik mengatakan,' Saya bangga padamu, tapi tidak terkejut. Aku selalu tahu kamu bisa melakukannya. '”

Terakhir, perbedaan budaya juga dapat memainkan peran yang tidak disadari dalam ekspektasi kita tentang apakah seorang siswa akan berhasil, jadi penting untuk merefleksikan stereotip yang muncul untuk Anda. “Jangan melihat satu pun dari anak-anak Anda seolah-olah mereka kekurangan dan membutuhkan 'bimbingan' untuk menjadi lebih baik,” kata pendidik sekolah dasar Elijah Moore, menarik lebih dari 230 reaksi positif. Perbedaan budaya tidak sama dengan kekurangan budaya.

5. LIBATKAN ORANG TUA DAN WALI

 

“Jangan pernah lupa bahwa setiap siswa adalah anak seseorang,” dan orangtuanya tidak lernah menginginkan anaknya buruk atau gagal dalam belajar. 

Banyak guru  emisahkan antara anak dan orangtuanya dalam proses pendidikan. Seakan apa yang terjadi di sekolah tidak ada hubungannya dengan keadaan di rumah, atau apa yang dialami anak di rumah. 

Di era komunikasi semakin canggih ini, peran komunikasi antara guru dan orangtua seharusnya bisa memberikan rute menuju jalan pemecahan setiap permasalahan anak di sekolah. Sayangnya belum banyak guru yang memaksimalkan perubahan ini. 

Secara umum mayoritas guru mengirimkan laporan ke rumah tentang perilaku positif dan negatif — sangat penting untuk melakukan yang pertama juga — dan juga menggunakan layanan email dan teks untuk mengkomunikasikan tentang acara mendatang, tenggat waktu, dan kemajuan siswa. Ambil gambar momen dimana mereka berbuat baik, hubungi orang tua mereka untuk memberi tahu mereka bahwa Anda memperhatikan. Sehingga ada perasaan senang dari orangtua dan perhatian, bahwa anak mereka hebat, didampingi oleh guru yang perhatian dan komunikatif. Kemudian orangtua bisa memberikan perhatian dan dukungan terhadap anak untuk belajar dan juga memperlakukannya dengan sesuai  di rumah.

[BungRam-121120]

Share it

Your Heading

Politik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *