Hubungi BungRam    

Ghosting – Sebuah perilaku sosial atau penyakit psikologis?

Bagikan

“The way we communicate with orhers and our selves, ultimatelly determines the quality of our lives”.

Beberapa pekan ini, jagat maya disisipi sebuah berita tentang hubungan asmara antara putra bungsu Presiden RI dengan salah seorang perempuan kelahiran  9 Maret 1994 dan gadis keturunan Tionghoa yang berasal dari keluarga pengusaha. Felicia, sama-sama lulus dari Singapore University of Social Sciences dengan Kaesang tahun 2019.  Kemudian beberapa media mengabarkan  perjalanan cinta putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep dengan Felicia Tissue ini yang tiba-tiba putus di tengah jalan. Padahal, menurut cerita Felicia, Kaesang sudah meminta restu kepada orang tua Felicia agar keduanya dapat menikah. Felicia pun lantas mengirim surat kepada Jokowi untuk menyelesaikan masalah tersebut.


Dalam komunikasi media sosial, ini disebut sebagai ‘ghosting’. Sebagaimana Felicia lantas mengungkapkan awal mula dirinya di’ghosting’. Hal ini disampaikan Felicia melalui akun YouTubenya, Felicia Tissue, Rabu (26/5/2021). Felicia telah di”ghosting” sejak akhir Desember 2020 menurutnya. 

Definisi ‘ghosting’

Ghosting (noun) secara etimologi artinya ‘stopping communication’- menghentikan komunikasi, antara pihak yang satu terhadap pihak yang lain (yang di’ghosting’)


Makna ‘ghosting’ sendiri artinya dalam Cambridge dictionary: a way of ending a relationship with someone suddenly by stopping all

 communication with them  - cara mengakhiri suatu hubungan dengan seseorang dengan tiba-tiba dengan cara menghentikan semua komunikasi dengannya.



‘Ghosting’ dan harga diri

Menurut peneliti tentang psikologi sosial, ‘ghosting’ termasuk bagian dari penolakan sosial. Penelitian telah menunjukkan bahwa penolakan sosial dalam bentuk apa pun mengaktifkan jalur rasa sakit yang sama di otak dengan rasa sakit fisik, yang berarti ada hubungan biologis antara penolakan dan rasa sakit.  Itu berlaku untuk teman, pasangan, dan itu menyebabkan rasa  kesepian. 


Tetap terhubung dengan orang lain telah berkembang sebagai keterampilan bertahan hidup manusia. Otak kita memiliki apa yang disebut sistem pemantauan sosial yang menggunakan suasana hati, orang, dan isyarat lingkungan untuk melatih kita bagaimana merespons secara situasional. Tetapi ketika Anda ditinggalkan tanpa kejelasan - dighosting, tidak ada kejelasan akhir, Anda mempertanyakan diri sendiri dan atau memilih pilihan yang menyabotase harga diri dan kehormatan.


Kata psikolog  Jennice Vilhauer, ‘ghosting’ adalah situasi ambiguitas, seperti  belati yang menusuk emosional diri kita. Ghosting bentuk perlakuan mirip dengan kekejaman emosional.


"Ghosting banyak hubungannya dengan tingkat kenyamanan seseorang dan bagaimana mereka menangani emosi mereka," tambahnya. “Banyak orang mengantisipasi bahwa membicarakan perasaan mereka akan menjadi konfrontasi. Harapan mental itu membuat orang ingin menghindari hal-hal yang membuat mereka tidak nyaman”.

Mengatasi rasa sakit akibat ghosting


Dilansir dari laman Psychology today.com F. Diane Barth LCSW seorang psikoterapis dan psikoanalisis dan juga penulis buku  ‘I Know How You Feel: The Joy and Heartbreak of Friendship in Women's Lives’ (Houghton Mifflin Harcourt). Menyarankan beberapa tips bagaimana jika seseorang mengalami keadaan di’ghosting’ oleh pasangannya, temannya atau lainnya. 


Berikut langkah-langkah menghadapi situasi sakit akibat perlakuan ghosting:


Langkah pertama dalam memutuskan bagaimana menanganinya, dengan memahami situasi mengapa hilangnya hubungan singkat dengan orang lain dapat menghabiskan begitu banyak ruang dalam jiwa Anda.


Meskipun Anda mungkin merasa sangat terhubung dengan orang yang telah menghilang, dalam banyak kasus, bukan kehilangan hubungan  membuat Anda kesal, kehancuran harapan dan  impian Anda, dan perasaan positif yang luluh tentang diri Anda sendiri. Anda pikir itu akan berjalan dengan baik. Anda berfantasi tentang kemungkinan masa depan dengan orang ini. Anda pikir dia sangat menyukai Anda. Dan tiba-tiba harapan  itu ditarik dengan cepat,  hubungan berakhir dengan spontan, lamunan Anda terputus dengan kejam.


Kedua, rasa malu adalah salah satu alasan mengkritik orang yang telah menghosting Anda. Melihat mereka sebagai orang yang kasar, tidak baik, tidak dewasa, atau tidak jujur mungkin dapat meredakan kekhawatiran Anda bahwa ada sesuatu yang lebih dalam hubungan tersebut - mungkin sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Mengatakan kepada diri sendiri bahwa orang itu brengsek dapat membantu Anda memutuskan hubungan dan memperbaiki harga diri Anda. 


Ketiga dengan memutuskan bahwa sebenarnya mereka (yang melakukan ghosting) itu takut pada sebuah komitmen - Anda tidak salah melihat tanda-tandanya - dan bahwa hubungan itu bergerak maju, tetapi mereka tidak mampu mengatasinya. Saat Anda tidak peduli bagaimana Anda menjelaskannya kepada diri sendiri, jiwa Anda sedang mencoba untuk menghilangkan rasa terkoyaknyanperasaan.


Berikut adalah beberapa aktivitas khusus yang dapat menetralisir emosi yang sakit akibat dtinggalkan tanpa kejelasan dan komunikasi:


1. Akui bahwa itu menyakitkan. Anda mungkin bahkan tidak peduli dengan ‘ghoster’, tetapi Anda berharap hubungan itu akan berkembang, atau Anda hanya bersenang-senang, atau Anda merasa disesatkan atau diekspos, baik oleh cara Anda bersikap dengan orang tersebut atau apa yang Anda katakan kepada teman-teman Anda sesudahnya. Dalam salah satu situasi ini, pecahnya potensi dan perasaan baik Anda sendiri mungkin lebih menyakitkan daripada kehilangan orang yang sebenarnya. 


2. Tawarkan diri Anda sedikit pengertian dan simpati. Anda merasakan emosi manusia yang normal dan sehat. Itu bagus. Itu berarti Anda terlibat dalam dunia, dalam hubungan, dan dalam hidup Anda.


3. Bicarakan tentang itu. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengungkapkan pikiran dan perasaan kita ke dalam kata-kata kepada orang lain dapat mengubah pola otak kita, mengeluarkan kita dari rutinitas yang sulit, dan membantu kita memproses pengalaman yang menyakitkan. Terapi bicara dipandang cukup berhasil mengatasi dampak ghosting. Juga dipandang daapt membantu Anda melewati masa-masa sulit setelah peristiwa ghosting.


4. Jaga pikiran dan tubuh Anda. Banyak peneliti telah menunjukkan bahwa melakukan pekerjaan dasar untuk makan dengan baik, cukup tidur, dan berolahraga penting untuk mengelola nyeri psikis. Latihan pikiran-tubuh, seperti yoga, terapi mindfullness dan meditasi,  dapat menurunkan produksi hormon stress tubuh , mengurangi ketegangan fisik dan emosional, dan bahkan mengubah beberapa jalur saraf yang menyebabkan rasa sakit emosional. Anda dapat membaca beberapa diskusi menarik tentang cara perhatian penuh memengaruhi emosi dan tubuh kita dengan mengklik tautan di sini dan di sini .


5. Sekalipun itu bukan sesuatu yang akan Anda lakukan, ada baiknya memberi ruang bagi kemungkinan bahwa orang yang membuat Anda kecewa  berpikir bahwa dia melakukan hal yang benar. Mungkin itu pengecut, tetapi saya telah diberitahu oleh beberapa orang yang telah melakukan  ghosting ini  bahwa mereka percaya itu adalah cara termudah untuk mengecewakan orang lain. "Itu lebih baik daripada alasan yang hanya membuat orang lain merasa tidak enak," kata seorang wanita. "Pesannya sampai."


6. Lepaskan. Apa pun yang terjadi, Anda akan merasa lebih baik saat melanjutkan hidup. Tentu saja, Anda tidak dapat melakukannya sampai Anda siap, dan mengizinkan diri Anda untuk menjaga diri sendiri dan bergerak dengan kecepatan Anda sendiri, bukan orang lain. Tapi seperti kata pepatah lama, hal terbaik yang harus dilakukan saat seekor kuda melempar Anda adalah kembali ke pelana secepat mungkin. 

Recomended to read

Merdeka dari penjara kesenangan orang lain

Fakta menarik tentang orang kidal

Literasi Keuangan Untuk Anak

Fakta menarik tentang orang kidal