Hubungi BungRam    

Sticky Notes Guru Kelas – #11
877E8EE5-7985-46A8-B162-9152630BAD9C
Anak-anak cenderung melakukan tindakan karena spontanitas, atau dipengaruhi oleh keinginan orang lain. Banyak kecenderungan anak-anak berbuat sesuatu bukan karena keputusannya sendiri, melainkan karena intruksi. Sehingga kemampuannya untuk belajar membuat keputusan menjadi kurang terasah. Anak-anak menjadi tidak independen. Mereka kurang percaya diri dan kurang mandiri.


Mungkin kita pernah mendapati anak-anak agak sulit mengikuti intruksi, atau cenderung mengikuti kemauannya sendiri. Ia melakukan apa yang menurutnya menyenangkan. Sesungguhnya di balik kebiasaan melakukan tindakan yang spontan, cenderung mengikuti keinginanannya sendiri dalam bertindak, ada proses belajar di sana. 

 

Anak-anak, karena khawatir keinginannya ditolak, atau berkonsekwensi dimarahi guru, ia tidak mampu atau sulit mengungkapkan keinginannya tersebut secara verbal. Mereka sering terperangkap kepada kondisi tidak “tidak mau memutuskan” apa yang menurutnya baik, dalam konteks usia mereka sendiri. 

 

Seringkali juga, karena mereka takut membuat keputusan sendiri, akibat ketakutan berbuat salah, mereka kemudian mencari orang lain – temannya, untuk memutuskan bagi mereka apa yang harus dilakukan. Banyak di antaranya tidak sesuai dengan keinginannya yang sesungguhnya.

 

Oleh karenanya guru perlu melatih anak untuk belajar membuat keputusan sendiri secara independen. Guru perlu mengenalkan kepada anak langkah-langkah mengambil keputusan sendiri. Langkah-langkah mengambil keputusan itu akan membantu anak belajar bagaimana mengidentifikasi masalah, mengumpulkan informasi, menemukan solusi yang sesuai dengan kondisi mereka, dan kemudian memilih putusan yang tepat sebagai langkah akhir untuk bertindak. Dan ketika mereka mampu membuat keputusan yang tepat dengan sengaja, mereka akan mampu melakukan tindakan yang bijaksana.

  

Langkah-langkah yang perlu diajarkan kepada anak dalam belajar membuat keputusan 

 

 

Langkah 1: Belajar mengidentifikasi Masalah

 

Pada langkah ini, anak-anak dilatih menganalisis masalah. Ajak mereka mengajukan pertanyaan untuk dirinya sendiri;

 

·       Apa  masalah sebenarnya?

·       Mengapa masalah ini harus diselesaikan? Apakah itu penting?

·       Siapa yang memengaruhi masalah ini?

·       Apakah ada batas waktu, berapa banyak waktu yang saya miliki untuk menyelesaikan masalah ini?

 

Langkah 2: Belajar mengumpulkan Informasi yang Relevan

 

Selanjutnya, anak-anak akan mencari tahu informasi apa yang dibutuhkan untuk membuat keputusan mereka. Beberapa informasi akan dikumpulkan melalui penilaian diri. Mereka harus bertanya pada diri sendiri:

·       Apa yang saya inginkan?

·       Apa yang saya butuhkan?

·       Apa nilai-nilai saya?

·       Selain itu, mereka mungkin harus mendapatkan informasi yang relevan dari buku, video, online, orang lain, dan lain-lain.

 

Langkah 3: Belajar Mencari Solusi Lewat Curah Gagasan 

 

Pada langkah ini, anak-anak mulai membuat daftar solusi yang mungkin. Awalnya, mereka mungkin berpikir bahwa menghasilkan banyak solusi tidak masuk akal. Namun, melakukan ini memungkinkan mereka untuk memikirkan masalah dari sudut yang berbeda.

 

Langkah 4: Belajar mengidentifikasi Kemungkinan Konsekuensi

 

Sekarang anak-anak akan memeriksa setiap opsi pada Langkah 3 untuk menentukan apakah ada alternatif yang akan memecahkan masalah yang diidentifikasi pada Langkah 1 .

Saat mereka menjalani proses ini, opsi tertentu akan 'terasa' lebih baik daripada yang lain.

Selanjutnya, mereka akan memprioritaskan opsi yang berbeda dan membuat daftarnya berdasarkan solusi yang mereka yakini akan menyelesaikan masalah dengan baik.

 

Langkah 5: Belajar Membuat Pilihan 

 

Setelah anak-anak benar-benar mengevaluasi alternatif, mereka siap untuk membuat pilihan. Pilihannya mungkin merupakan solusi di bagian atas daftar prioritas mereka di Langkah 4Bisa juga kombinasi dari beberapa alternatif yang mereka eksplorasi.

Dalam beberapa kondisi, guru bisa mendampingi secara tidak langsung saat anak memutuskan untuk membuat pilihannya. Dan mengajaknya berbicara setelah keputusan itu diambil dan dilaksanakan. Apalagi ketika apa yang diputuskannya berdampak kurang menguntungkan.

 

Langkah 6: Belajar Mengambil Tindakan

 

Sekarang anak-anak siap untuk mengambil tindakan dan menerapkan keputusan yang mereka yakini paling baik memecahkan masalah.

Memiliki rencana tentang bagaimana mereka akan menindaklanjuti keputusan mereka sangat membantu.

Juga, anak-anak dapat menentukan apakah mereka membutuhkan bantuan untuk mengimplementasikan keputusan mereka atau jika mereka ingin melakukannya sendiri.

 

Langkah 7: Belajar Mengevaluasi Hasil

 

Pada langkah terakhir ini, anak-anak mempertimbangkan hasil keputusan mereka. Mereka membuat keputusan apakah keputusan mereka memecahkan masalah atau tidak.

Jika tidak menyelesaikan masalah, mereka dapat memilih untuk mencoba salah satu opsi lain yang mereka lakukan  di Langkah 3 .

Jika mereka yakin tidak satu pun dari alternatif tersebut akan berhasil, mereka dapat kembali ke Langkah 2 dan mengumpulkan informasi yang lebih relevan.

 

Demikian langkah-langkah yang bisa guru ajarkan atau latih untuk anak belajar membuat keputusan sendiri. 

Rekomendasi

BF90FB4E-EA91-4384-946C-F7DB89F59344
749574D2-E4B5-4F50-8316-4336A7E6ACF0
DB34F471-CC56-4540-B438-BC275B540CCD
A6CCE137-0000-4970-B75E-62AC57D0DF6D

Pelajaran sejarah, pintu pendidikan politik generasi bangsa

Ghosting, perilaku sosial atau penyakit psikologis?

Sticky Notes #10 - Mengatur kelas lebih efektif secara daring

Membangun kultur positif di sekolah