Hubungi BungRam    

Memperingati Hari Sumpah Pemuda

Setiap tanggal 28 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda. Sebagai perwujudan semangat persatuan, semangat kebangsaan yang diusung melalui sejarah pergerakan panjang para pemuda yang berujung di kongres pemuda kedua di Jakarta pada tanggal 27-28 Oktober 1928. 


Peringatan Sumpah Pemuda tentu banyak memberikan  pelajaran bagi kita yang hidup di masa  puluhan tahun setelah sumpah itu dicetuskan. Momentum tersebut bisa kita refleksikan sebagai gambaran semangat perjuangan para pemuda-pemudi Indonesia dalam meraih kemerdekaan, membangun persatuan dan kesatuan, mempererat persaudaraan dan menopang kekuatan.


FC2C2EAB-598D-4439-BA6C-B97F6DB3A6BC


Apa yang seharusnya para pemuda lakukan saat ini? Peran apa yang mesti dilakukan oleh para pemuda sebagai bagian dari estafet perjuangan bangsa? Berikut catatan saya tentang  tanggungjawab pemuda di abad 21 ini: 


1. Memprioritaskan waktu untuk belajar. Pemuda adalah harapan dan masa depan bangsa, kemampuan dan kompetensi diri haruslah dimiliki oleh setiap pemuda bangsa ini. Rugilah Anda sebagai pemuda jika tidak memprioritaskan  waktu Anda untuk banyak belajar, menambah wawasan dan yang dibutuhkan di abad 21 ini.


2. Jika Anda memiliki suatu keinginan, sebuah rencana, maka coba untuk mulai melakukannya, menjalaninya dengan kongkret. Karena hal besar yang sering menghambat orang untuk sukses itu adalah terlampau banyak membuat  rencana, menata keinginan, namun tanpa mau memulai langkahnya secara nyata.  Dunia ini  sudah sangat banyak ‘pembicara’, tapi sedikit ‘pelaku’. Otak manusia itu memiliki kapasitas yang amat besar. Seringkali pemanfaatannya tidak maksimal. Maka dengan semangat untuk mau mencoba, mau melakukan setiap keinginan atau rencana, pemuda akan mampu memaksimalkan kapasitas dirinya. Lewat tantangan, lewat keberanian membuat keputusan. 


3. Temukan kesenangan atau hobi Anda, kemudian dalami, kuasai. Dengan mendalami hal-hal yang kita sukai, mempelajari lebih lanjut setiap kesukaan kita hingga menjadi keterampilan atau mendatangkan manfaat baru dalam hidup adalah nilai besar yang melengkapi kecakapan hidup dan kemampuan diri yang bermanfaat. Bahkan bisa menjadi penghasilan tambahan yang menguntungkan.


4. Perkaya pengalaman hidup Anda. Seorang pemuda masa kini tidak cukup mengandalkan kemampuan yang ia raih hanya melalui lembaga pendidikan formal. Kehidupan berkembang, perubahan terjadi begitu cepat. Pemuda abad 21 harus menambah pengalaman hidup dalam berbagai bidang, bergaul dengan banyak kalangan. Karena pengalaman yang kaya dari berbagai hal di luar rutinitas belajar di sekolah atau kampus justru sering memberikan ilmu dan wawasan yang luar biasa, dan manfaat yang sangat besar.


5. Sebagai manusia biasa, Anda juga perlu memberikan hak yang proporsional untuk tubuh Anda. Seorang pemuda tidak boleh memporsir kesibukannya hanya untuk mengejar keinginannya atau kesuksesan belajar atau kerja tanpa memberikan hak untuk tubuhnya. Karena kesehatan dan kebugaran memberikan dampak positif terhadap kemampuan berpikir. 


6. Kerja keras, semangat dan berpikiran terbuka. Seorang pemuda saat ini harus membangun semangat kerja, agar bisa melahirkan sikap kreatif. Di sisi lain kemampuan berpikir terbuka akan membangun sikap kritis. Nah, kemampuan berkreasi dan berpikit kritis sangat dibutuhkan di era global ini. Orang yang berpikiran tertutup akan sempit cara berpikirnya, akan sulit menerima banyak pengetahuan baru. Oleh karenanya pemuda zaman modern ini harus berpikiran terbuka, mampu mengembangkan kreatifitas dan berpikir kritis.  


7. Jadilah diri sendiri. Tantangan para pemuda abad ini adalah maraknya akulturasi budaya karena dampak terbukanya arus informasi, tipisnya sekat yang membatasi komunikasi, karena semakin pesatnya teknologi digital yang memfasilitasi media sosial. Dengan menyadari diri sendiri, budaya dan jati diri bangsa akan memberikan kekuatan dan kesadaran identitas sebagai pemuda bangsa yang memiliki budaya baik. Kemudian di sisi lain, pemuda tentunya perlu mempelajari keragaman budaya bangsa lain sebagai bagian dari literasi budaya secara internasional. 


8. Belajar menuda kepuasan. Kemampuan menuda kepuasan, kesenangan sementara adalah modal utama untuk belajar mengendalikan diri. Kemampuan mengendalikan diri akan memberikan kecerdasan emosi yang tinggi. Itu akan mempermudah jalan kesuksesan pemuda di masa kini. Ingat tentang teori psikososial ‘marshmallow test’. Anak yang mampu menahan diri untuk menunda memakan marshmallow ditemukan oleh para peneliti kelak sebagai orang yang labih sukses daripada anak yang tidak mampu menunda memakan marshmallow, meski diiming-imingi akan ditambah jika ia mau menunggu beberapa saat.