Hubungi BungRam    

Catching Positive Behavior
901A5DB2-0242-4922-8078-793511357099

Bagikan

“Tangkap” perilaku baik anak – Tips membentuk perilaku melalui pujian atas perilaku baik

Bu  Meilin selalu memperhatikan setiap apa yang dikerjakan oleh anaknya. Ia cukup ‘strict’ demi menghindari tindakan-tindakan impulsif anaknya saat bermain, atau mengkhawatirkan terlalu banyak bilamana anak membuang bungkus makanannya di atas kasur, masuk ke ruang tidur sambil menggunakan sandalnya sehabis dari halaman rumah. 

Menjadi orangtua yang memiliki kesibukan banyak karena harus menangani perkejaan rumah sendiri tanpa asisten rumah tangga, atau harus melakukan persiapan keberangkatan anak ke sekolah sambil menyiapkan diri berangkat kerja, membentuk kebiasaan untuk selalu “perhatian” terhadap apa dan bagaimana saat anak-anak sedang bersama orangtua. 


Demi menginginkan sebuah pola dan perilaku tertentu yang ideal menurut pandangan orangtua. Sering orangtua melakukan pengontrolan sedemikian rupa dan menangkap tindakan anak yang “tidak baik”, sesuai standar perilaku yang ia inginkan. 

4BAD0A40-04EB-46C1-87F0-207F536D1F40

Picture : https://encrypted-tbn0.gstatic.com/

Berapa banyak orangtua ‘lebih’ mengawasi kesalahan anak, daripada menangkap perbuatan atau perilaku anak yang baik?

Banyak perilaku anak yang ‘wajar’ sesuai usianya, kemudian berkembang menjadi berbagai perilaku lainnya yang negatif karena perlakuan orangtua dalam merespons perilaku anak. Kecenderungan banyak “mengkomplain” kesalahan anak daripada menangkap perbuatan baik anak memengaruhi perilaku anak bersamaan dengan pertumbuhan diri dan perkembangan usianya.



Penguatan positif, pujian, dan perhatian adalah cara terbaik untuk membentuk perilaku. Keseringan menimpali atau menyebut perilaku yang diinginkan anak Anda akan membantu perilaku tersebut meningkat frekuensinya. Maksudnya bilamana anak senang mengganggu adiknya, kemudian kita lebih banyak memarahinya dengan ungkapan negatif, “kakak! Biarkan adik kamu main sendiri. Jangan diberantakin mainannya!” 


Perhatian orangtua yang terlalu banyak akaan kondisi serta respon negatif seperti itu akan membuat frekuensi perilaku anak meningkat, akan ia ulamgi lagi di lain waktu. Mungkin hal ini perlu penjelasan khusus berkenaan dengan cara kerja otak, apa pengaruh perlakuan atau narasi negatif terhadap perilaku. 


Menurut Jasmine Fayeghi Schnurstein, PsyD, direktur dan konselor  klinis klinik perawatan anak dan remaja, Evidence Based Practice Nevada, apa yang kita ketahui tentang pujian adalah bahwa untuk setiap satu buah koreksi negatif” anak-anak perlu mendengar lima pujian positif hanya untuk menyeimbangkannya. Beberapa anak bahkan membutuhkan lebih dari itu. Anak-anak perlu ditangkap’ saat berbuat baik / berperilaku baik  lebih banyak  daripada mereka perlu ditangkap saat berbuat buruk / berperilaku buruk.

Bagaimana kita melakukannya?  


Sebagai orang tua, Anda mungkin sudah memuji anak-anak Anda dengan satu atau lain cara. Terus lakukan itu! Anak-anak umumnya menyukai jenis pujian ini dan Anda mungkin merasa cukup baik memberikan pujian itu. Untuk menggunakan pujian untuk mengembangkan dan memperkuat perilaku yang diinginkan, Anda harus mulai dengan mengidentifikasi seperti apa perilaku itu, misalnya merapihkan sandal, sepatu atau mengembalikan mainan ke tempatnya, mengatur meja, berbagi dengan adik atau kakakyna, mau menunggu sebentar  untuk menyiapkan susunya atau makannya. 

Setelah Anda memilih perilaku tersebut, cobalah untuk memujinya setiap kali itu terjadi. Saat Anda memuji, bersikaplah antusias dan tulus dalam nada dan ekspresi wajah Anda. Juga, nyatakan secara spesifik apa yang dilakukan anak yang dipuji, dan akhiri dengan sentuhan lembut atau tanda persetujuan nonverbal. 

Pujian bekerja paling baik jika datang tepat setelah perilaku yang diinginkan. Itu akan terdengar seperti, “Itu bagus Kak,  kakak mau mengembalikan mainannya ke dalam kotak.” “Terima kasih ya dee.. alhamdulillah, Adek sudah menghabiskan susunya. Tos!”  Kemudian senyum dan mengusap kepalanya dengan sayang.

 

Berikut adalah kiat-kiat yang disarankan oleh Jasmine Fayeghi Schnurstein, PsyD  . ketika menangkap / mendapati  anak-anak berbuat  baik:

1.    Jadilah asli dan antusias

2.    Jadilah spesifik tentang apa yang Anda puji

3.    Tambahkan sentuhan lembut atau tanda persetujuan nonverbal

4.    Berikan pujian sedekat mungkin dengan perilaku yang diinginkan

5.    Identifikasi perilaku sebelumnya dan kemudian tangkap mereka menjadi baik setiap kali Anda perhatikan 

6.    Rasio 5 banding 1 (lebih untuk beberapa anak)  

7. Cobalah untuk tidak membuatnya tentang Anda (itu membuat saya bahagia) atau tentang mereka (Anda adalah gadis yang baik/jahat); Buatlah tentang perilaku! 

8.  Hindari pujian backhanded  (dengan mengatakan “Mama harap nanti kamu seperti itu lagi yaa..”)  

 

Untuk menggunakan pujian yang lebih spesifik dalam mengasuh anak Anda, mulailah dengan mengidentifikasi satu atau dua perilaku yang Anda ingin lihat lebih sering terjadi, dan kemudian setiap kali mereka terlibat dalam perilaku tersebut berikan pujian. Juga cobalah memuji sedikit demi sedikit. Misalnya, jika Anda mencoba membentuk kerja keras selama satu jam untuk pekerjaan rumah, Anda mungkin harus mulai memuji sedikit waktu terlebih dahulu untuk membentuk perilaku.



Pujian juga berlaku untuk anak yang lebih besar. Remaja perlu mendengar apa yang mereka lakukan dengan baik lebih dari yang mereka butuhkan untuk mendengar apa yang tidak mereka lakukan dengan baik. Bahkan jika mereka mengabaikan pujian atau memberi Anda perhatian, penting bagi mereka untuk mendengar pujian itu juga!

 
Nice to read
C5FD7966-2D95-4A8E-A163-48095D88B2FC
Membangun Profesionalisme Guru di Sekolah
18FEFC71-895F-4D79-BCFB-666CFC088C9D
Sakit Sosial Perspektif Neurosains
BF90FB4E-EA91-4384-946C-F7DB89F59344
Pelajaran Sejarah, Pintu Pendidikan Politik Generasi Bangsa
C5BCFDFC-AD86-4A73-9738-3F04E3AAED5F

UNESCO menyatakan pendidikan lingkungan harus menjadi komponen kurikulum inti pada tahun 2025

Organisasi PBB, dalam hal ini UNESCO terus mengorganisir dan mengkampanyekan program penyelamatan lingkungan lewat jalur pendidikan. Maksudnya, dengan menegaskan pentingnya perhatian lebih banyak lagi dalam memberikan informasi dan pemetaan rencana jangka panjang pendidikan mengenai lingkungan hidup melalui kurikulum inti di setiap sekolah di seluruh jenjang.


Konferensi tersebut, diikuti secara online oleh lebih dari 10.000 penonton, diselenggarakan oleh UNESCO bekerja sama dengan Kementerian Federal Pendidikan dan Riset Jerman dan Komisi Jerman untuk UNESCO sebagai mitra penasihat. UNESCO telah menyerukan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan menjadi komponen inti dari semua sistem pendidikan di semua tingkatan pada tahun 2025Sebagaimana dilansir dari laman en.unesco.org mengenai berita hasil pertemuan Deklarasi Berlin beberapa waktu yang lalu, lebih dari 80 menteri dan wakil menteri dan 2.800 pemangku kepentingan pendidikan dan lingkungan berkomitmen untuk mengambil langkah konkret untuk mengubah pembelajaran demi kelangsungan planet kita dengan mengadopsi Deklarasi Berlin tentang Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) di akhir Konferensi Dunia virtual selama tiga hari diadakan dari 17 hingga 19 Mei.  


Peluncuran publikasi baru UNESCO , yang menganalisis rencana pendidikan dan kerangka kurikulum di hampir 50 negara menginformasikan diskusi tersebut. UNESCO menemukan bahwa lebih dari setengahnya tidak merujuk pada perubahan iklim, sementara hanya 19% yang berbicara tentang keanekaragaman hayati. 


Sekengkapnya

Tulisan menarik lainnya

Artikel Parenting

Mengembangkan Self Determination Pada Diri Anak

10 Hal Untuk Menjadikan Anak-anak Sukses

Anak aktif bukan suatu masalah

Melatih kesadaran digital pada anak