Hubungi BungRam    

Anak Malas ke Sekolah?



Anak Malas Pergi ke Sekolah? Pahami Masalah, dan Cari Solusi.


#parentingpositif

Setiap orangtua mungkin pernah mengalami, saat menghadapi anak malas untuk pergi ke sekolah karena alasan yang belum jelas. Dalam beberapa kejadian, keengganan anak pergi ke sekolah adalah hal yang “wajar”, jika permasalahannya adalah muncul dari situasi sekolah yang membuat anak menolak untuk datang. Ada kekahawatiran dalam diri anak jika harus berangkat ke sekolah hari itu.

Sebagian orangtua mengatasi ‘penolakan’ tersebut dengan paksaan, marah, dan bahkan ancaman. Reaksi yang cukup berlebihan itu tentu akan memberi konsekwensi atau dampak yang banyak bagi anak. Selain psikologis, dampak terhadap kesehatanpun mungkin bisa muncul.


Memahami faktor yang menyebabkan anak malas ke sekolah.

Beberapa faktor yang menyebabkan anak malas untuk datang ke sekolah di antaranya;

1.    Keterputusan dengan lingkungan sekolah untuk beberapa waktu (liburan, absen karena sakit yang cukup lama, atau karena ada larangan ke sekolah akibat pandemi)

2.    Perubahan lembaga yang diikutinya seperti perpindahan sekolah.

B418884E-2F78-4018-8A30-7116731C7EE5


3.    Gangguan psikologis akibat tekanan atau pengalaman buruk di sekolah karena bullying.

4.    Merasa bersalah dan takut dimarahi guru karena belum mengerjakan tugas sekolah.

 

Apa yang bisa Anda lakukan?

Solusi untuk menangani kemalasan anak berangkat sekolah dapat dilakukan dengan Intervensi untuk mengurangi rasa cemas, kekhawatiran yang berlebihan dan kesalahpahaman secara bertahap.

Intervensi tersebut bertujuan untuk mengatasi kesulitan anak dalam mengidentifikasi permasalahannya atau perasaannya, kemudian menempatkan diri orangtua sebagai orang yang turut merasakan, menggali dan mengajak anak mencari solusi.

Biasanya anak-anak atau remaja kesulitan berkomunikasi tentang perasaan mereka. Tiga hal berikut bisa Anda lakukan untuk memahami kemungkinan pemicu, menemukan akar masalah yang dihadapi anak, lalu mendorong anak menyelesaikan persoalannya dan siap untuk menuju sekolah.

1.    Amati

Perhatikan sikap anak, bisa juga kondisi tubuh anak, kemudian buka pertanyaan, “Ibu perhatikan kamu berat sekali pergi ke sekolah, apakah kamu sakit? Apakah kamu merasa tidak nyaman?”

2.    Validasi

Posisikan diri kita “sejajar” dengan (kondisi) anak. Kita bisa katakan, “Iya, Ibu mengerti perasaan kamu nak. Hal itu memang tidak nyaman. Kamu sedang kurang sehat? pasti kamu pusing atau demam.”

3.    Redirect

Jika anak memungkinkan untuk pergi ke sekolah, namun menolak, karena malas atau merasa tidak nyaman, berikan dukungan agar ia merasa nyama untuk pergi. “Apa yang Ibu bantu agar kamu dapat pergi ke sekolah hari ini”.

 

Selain tindakan intervensi di atas, orangtua juga dapat melakukan pendekatan yang baik namun sedikti tegas. Penting untuk menyampaikan kebaikan, karena anak Anda mengalami sesuatu yang menyedihkan. Kebaikan dapat disampaikan dengan mendengarkan ketika mereka berbicara tentang kekhawatiran mereka, menawarkan momen kasih sayang fisik, atau tetap tenang dalam menghadapi frustrasi.

 Bersikap baik tetapi tegas dalam tekad Anda untuk bekerja dengan anak Anda untuk mengatasi penolakan sekolah. Sikap ini dapat tercermin dalam komentar seperti:

“Mamah mengerti bahwa pergi ke sekolah terasa berat bagimu. Boleh bantu kamu mengatasi masalah ini? Tapi mama ingin kamu tetap harus pergi ke sekolah hari ini. Karena kehadiran di sekolah setiap hari itu penting bagi kamu”.

[BungRam-17112021] 


Artikel pendidikan

Artikel parenting