Hubungi BungRam    

Sejarah Pahlawan Nasional



Guru Mengajarkan Apa? 



Hari Pahlawan Nasional 10 November 2021



“Anybody can make history, only a great man can write it.” (Oscar Wilde)

 

Hari Pahlawan Nasional diperingati setiap tanggal 10 Noverber. Hal yang melatarbelakangi Hari Pahlawan Nasional diperingati setiap tanggal 10 November adalah peristiwa bersejarah yangbterjadi pada tanggal tersebut di tahun 1945 di kota Surabaya Jawa Timur. 


Pada tanggal 25 Oktober 1945, pasukan Sekutu, yakni Inggris dan Belanda kembali menginjakkan kakinya di Surabaya setelah berhasil memenangkan Perang Asia Timur Raya. Pasukan tersebut, tergabung dalam Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Internees (RAPWI) yang memiliki tujuan untuk melakukan bantuan rehabilitasi tawanan perang dan adanya interniran dalam melucuti senjata tentara Jepang. Sebenarnya, Pasukan Sekutu telah sampai di Indonesia tepatnya Jakarta pada tanggal 15 September 1945. 

 

Semenjak kedatangan tersebut, terjadi banyak gesekan antara orang-orang sekutu dan para pejuang bersama rakyat Surabaya. Dikutip dari buku Sejarah Nasional VI oleh Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto (1984), sebelumnya, pada tanggal 19 September 1945, para pemuda dan pejuang di Surabaya menurunkan dan merobek warna biru dalam triwarna bendera Belanda yang dikibarkan di Hotel Yamato, sehingga menyisakan bendera berwarna merah dan putih.

 

Serangkaian kejadian tersebut dan gesekan yang lainnya menyebabkan terjadinya pertempuran sengit antara pejuang rakyat Surabaya melawan penjajah pada tanggal 27-30 Oktober 1945. Dan pada pertempuran tersebut salah satu pemimpin mereka terbunuh, yaitu Bigadir Jendral Aubertin Mallaby pada tanggal 30 Oktober. Setelah tewasnya pemimpin pasukan sekutu di Jawa Timur tersebut, Mayor Jendral Robert Manserg, komandan Divisi 5 Inggris mengambil alih kepemimpinan pasukan. Kemudian mengeluarkan tiga ultimatum berisi:


1. Seluruh pemimpin Indonesia di Surabaya harus melaporkan diri. 

2. Seluruh senjata yang dimiliki pihak Indonesia di Surabaya harus 

    diserahkan kepada Inggris. 

     3. Para pemimpin Indonesia di Surabaya harus bersedia menandatangani 

        pernyataan menyerah tanpa syarat



Sekian puluh tahun peristiwa tersebut telah berlalu, kita memperingatinya sebagai tanda penghormatan dan ungkapan bela sungkawa atas musibah yang menimpa para pemimpin atau prajurit pada waktu itu. Namun kita amat amat bersyukur bahwa para pejuang, meski harus mengorbankan diri, harta, bahkan  nyawa mereka untuk mempertahankan kemerdekaan, telah memberikan yang terbaik untuk kehidupan bangsa yang kita jalani hingga saat ini.

0044D6A7-CA91-46A6-BF7F-DDFF033683E8

Konsep pahlawan dalam pembelajaran sejarah.

 

Pelajaran tentang sejarah pahlawan saat ini perlu diberikan lebih mendalam dan lebih substantif lagi. 

Konsep kepahlawanan adalah hal yang amat penting untuk dipahami oleh peserta didik. Pelajaran sejarah pahlawan nasional, selama ini diberikan oleh guru secara tekstual merujuk kepada teks buku sejarah dan ringjasan buku sejarah yang disajikan dalam buku ajar. 

 

Apa yang perlu digarisbawahi dari proses belajar sejarah? 

 

Belajar sejarah adalah belajar tentang catatan-catatan masa lalu, kejadian dan peristiwa penting yang memberikan dampak besar terhadap kehidupan manusia. Belajar tokoh sejarah,  baik lokal maupun tokoh luar negeri, adalah memahami perjalanan hidup sang tokoh, memahami karya, memahami pemikiran dan tindakan heroik mereka yang mengukir nama mereka dalam catatan sejarah. Bahkan belajar sejarah juga adalah memahami potret kehidupan secara lebih kritis dari peristiwa yang buruk dan akibat tindakan buruk suatu peradaban, masyarakat, bangsa, dan tokoh tertentu.

 

Saat ini, sejarah pahlawan adalah sebuah rekaman jejak dan perilaku penting untuk kita ambil pelajaran dan sumber inspirasi. Alih-alih guru hanya membacakan teks sejarah para pahlawan nasional, meminta murid sekedar menghafal, seharusnya guru mengajak anak memahami tentang eksistensi pahlawan dalam kehidupan sehari-hari. 

 

Belajar sejarah sejatinya memberikan pijakan tentang filosofi kehidupan. Melihat potongan-potongan kisah dan peninggalan orang-orang terdahulu. Pelajaran sejarah harus mendorong peserta didik berpikir dan bertindak dari inspirasi para pahlawan yang mereka pelajari. Menghargai orang-orang yang telah berjasa di sekitar kehidupan mereka, mau berkorban, memberikan manfaat untuk orang lain, masyarakat dan bangsanya di kehidupannya saat ini.  Itulah inspirasi dari peringatan hari atau tokoh sejarah, termasuk mempelajari tokoh pahlawan nasional. 

 

[BungRam-11112021]

Artikel pendidikan

Artikel parenting