Hubungi BungRam    

Guru Abad 21 – Sebagai Guide & Fasilitator

Bagikan


Peluang meningkatnya perkembangan dan perubahan kehidupan di era teknologi digital semakin pesat dan berdampak besar. Oleh karenanya tantangan guru dan institusi pendidikan tidaklah ringan.


Abad ini memerlukan keseriusan dan kecerdasan yang memfasilitasi anak-anak atau peserta didik lebih kreatif, mampu menjadi pembelajar yang adaptif. Salah satunya dengan memperkuat literasi digital dan media sosial.


Jangan sampai anak-anak atau peserta didik (selalu) menjadi sebagaimana pendapat Dr. Firman Kurniawan, seorang pakar komunikasi dan pemerhati budaya digital, yaitu “asisten mesin” atau hanya sebatas pengguna perangkat digital. Karena guru tidak mampu mengembangkan pola didik dan sistematika pengajaran yang kreatif, adaptif dan kritis terhadap perkembangan kehidupan berbasis teknologi digital.


Menjadi guru abad 21 adalah menjadi penghubung yang cerdas antara generasi dlm disrupsi sistem pendidikan. Apa tantangan guru abad 21? Bagaimana transformasi pengetahuan dapat memberikan dampak yang kuat terhadap peserta didik, juga kepada perubahan pendidikan itu sendiri dalam beradaptasi di era disrupsi ini?


Saat ini kita berada pada kuartal pertama abad ke-21, sekolah, universitas, industri dan masyarakat pada umumnya mengajukan pertanyaan mendasar tentang pendidikan. Suka atau tidak suka, kita berada di era perubahan paradigma. Pergeseran teknologi, demografi, sosial, lingkungan, ekonomi, dan politik memaksa kita untuk mendefinisikan kembali seperti apa seharusnya struktur pendidikan kita.


Diskusi juga melebar dari kalangan ahli kurikulum dan peneliti ke masyarakat luas. Wacana muncul milai dari akademisi, ahli saraf hingga gigitan suara dari politisi, selebritas, dan CEO. Pertanyaannya, apa tantangan bagi para tenaga pendidik dalam menjalani profesi pendidikan di abad 21 ini? 



Trend dan perubahan di abad 21



Gary Marx, seorang futurist, pendidik dan juga  motivator, menyebutkan secara umum trend di abad 21 yang memberikan dampak besar dalam kehidupan global:


1. Demografi

2. Ekonomi 

3. Teknologi

4. Energi dan lingkungan

5. Kehidupan global/internasional

6. Pendidikan

7. Kepemimpinan (publik maupun personal)

8. Kesejahteraan


Masing-masing lingkup meliputi beberapa hal, di antaranyan; diversity, perkembangan teknologi digital, menyempit ya tuang private di antara ruang publik dalam hal komunikasi, pekerjaan dan karir yang mulai berkembang dengan pesat seiring kemajuan teknologi berbasis digital.


  1.  Dalam perkembangan pendidikan di abad 21, Gary memberikan strategi konkret untuk mengembangkan kelemimpinan dalam sistem pendidikan  dengan:

  1.    

   *  Melibatkan siswa, staf, dan kolega dalam pembelajaran aktif dan keterampilan pemecahan masalah

   *  Mebangun kemampuan beradaptasi dan ketahanan dalam kehidupan kerja kita

   *  Tetap berhubungan dengan institusi dan komunitas yang berubah dengan cepat

   *  Memahami dan merencanakan isu-isu kritis di masa depan kita

   *  Memberikan kebebasan  berkreativitas pada orang lain


Peran pendidik di abad ke-21


Pendidik harus membantu setiap siswa belajar bagaimana belajar. Ini menginspirasi kreativitas , mendorong kolaborasi , mengharapkan dan menghargai pemikiran kritis , dan mengajar anak-anak tidak hanya bagaimana berkomunikasi, tetapi juga kekuatan komunikasi yang efektif . Ini adalah keterampilan yang perlu dikembangkan siswa untuk berkembang di tempat kerja yang dinamis saat ini dan masa depan. 


Guru di abad ke-21 adalah sosok yang mampu menjadi kolaborator berbagai ide dengan peserta didik yang melahirkan pemikiran baru, penemuan, pencapaian yang berbeda dari sebelumnya dan tetap memberikan ruang perubahan dalam berbagai sisinya.


Kultur saling menghargai dan mengapresiasi segala bentuk pencapaian peserta didik adalah salah satu yang khas bagi seorang guru abad 21. Ia membawa dan menghadirkan inspirasi agar ilmu pengetahuan bertransformasi kepada:


   1. Sikap

   2. Kekuatan ide

   3. Karakter

   4. Kreatifitas




.  [BungRam]


Recomended

F734A09E-B9C1-4392-80A3-BC64014C37AF

Menemukan Tujuan Dalam Proses Pendidikan

Ketika para siswa beraktifitas dengan guru di kelas atau di sekolah, maka proses belajar sedang berlangsung secara alami dan juga melalui kondisi yang disengaja oleh para guru atau instruktur. Ketika siswa menghadiri aktifitas sekolah secara teratur, ia sedang membangun hubungan, membangun komunikasi, melatih skill berinteraksi satu sama lain. Secara bertahap proses itu kemudian menjadi pola dalam perilaku belajar atau gaya belajar siswa. Psikolog Mihaly Csikszentmihalyi mengistilahkannya sebagai “flow”, keadaan di mana orang begitu terlibat dalam suatu aktivitas sehingga tidak ada hal lain yang tampak penting; pengalamannya sangat menyenangkan sehingga orang akan melakukannya bahkan dengan konsekwensi atau beban  biaya.

 

Bagaimana pendidikan membantu para siswa menemukan tujuan-tujuan dirinya? Memberikan makna atas apa yang dilakukan secara rutin di sekolah sebagai aktifitas “flow” tersebut di atas, agar apa yang mereka alami, apa yang mereka ikuti, menerima arahan, instruksi dan lain sebagainya membantu menghadirkan sebuah konektifitas  yang baik, bermakna dalam hidup mereka?


Siswa Unggul Ketika Mereka Menemukan Tujuan—Bagaimana Guru Membantu Mereka?.

Selengkapnya

Recomended

D61B2F60-5047-4815-9F4B-73A4903B7CC6

Menemukan Tujuan Dalam Proses Pendidikan

Ketika para siswa beraktifitas dengan guru di kelas atau di sekolah, maka proses belajar sedang berlangsung secara alami dan juga melalui kondisi yang disengaja oleh para guru atau instruktur. Ketika siswa menghadiri aktifitas sekolah secara teratur, ia sedang membangun hubungan, membangun komunikasi, melatih skill berinteraksi satu sama lain. Secara bertahap proses itu kemudian menjadi pola dalam perilaku belajar atau gaya belajar siswa. Psikolog Mihaly Csikszentmihalyi mengistilahkannya sebagai “flow”, keadaan di mana orang begitu terlibat dalam suatu aktivitas sehingga tidak ada hal lain yang tampak penting; pengalamannya sangat menyenangkan sehingga orang akan melakukannya bahkan dengan konsekwensi atau beban  biaya.

 

Bagaimana pendidikan membantu para siswa menemukan tujuan-tujuan dirinya? Memberikan makna atas apa yang dilakukan secara rutin di sekolah sebagai aktifitas “flow” tersebut di atas, agar apa yang mereka alami, apa yang mereka ikuti, menerima arahan, instruksi dan lain sebagainya membantu menghadirkan sebuah konektifitas  yang baik, bermakna dalam hidup mereka?


Siswa Unggul Ketika Mereka Menemukan Tujuan—Bagaimana Guru Membantu Mereka?.

Selengkapnya

Tulisan tentang pendidikan lainnya