5DA937F4-DF73-4D47-9B5E-78E1F513E3EA

Memahami Karakteristik Parenting Abad 21

28 Juni 2021

72426996-9FC7-4820-807B-3A6099D47335

Berapa banyak  orangtua Saat ini, banyak remaja, dewasa, lulusan perguruan tinggi, terbukti tidak dipersentajai dengan keterampilan dan mekanisme dalam mengatasi dan menangani secara efektif tantangan yang mereka hadapi, dan sebaliknya terus berharap bahwa dunia akan memperlakukan mereka dengan cara yang sama seperti yang dilakukan orangtua mereka — dan tentu saja mereka terkejut dengan hasilnya,

Karena pada umumnya mereka tidak mengembangkan kemandirian dan kemampuan untuk menghadapi tantangan hidup secara efektif di abad modern ini.


Dalam beberapa kasus, orang-orang muda ini menunjukkan depresi, kecemasan, atau panik, membuat keputusan buruk yang memengaruhi kesuksesan mereka; ini terutama karena orangtua tidak terlibat sejak dini dan sepanjang hidup mereka, memberi contoh yang relevan, dan melatih mereka alternatif-alternatif baru yang sesuai dengan zamannya. 


Berikut adalah karakteristik parenting yang perlu dikembangkan di abad 21:

 

Selengkapnya

 “Tangkap” perilaku baik anak – Tips membentuk perilaku melalui pujian atas perilaku baik

15 Juni 2021

901A5DB2-0242-4922-8078-793511357099

Berapa banyak orangtua ‘lebih’ mengawasi kesalahan anak, daripada menangkap perbuatan atau perilaku anak yang baik?


Banyak perilaku anak yang ‘wajar’ sesuai usianya, kemudian berkembang menjadi berbagai perilaku lainnya yang negatif karena perlakuan orangtua dalam merespons perilaku anak. Kecenderungan banyak “mengkomplain” kesalahan anak daripada menangkap perbuatan baik anak memengaruhi perilaku anak bersamaan dengan pertumbuhan diri dan perkembangan usianya.

Menurut Jasmine Fayeghi Schnurstein, PsyD, direktur dan konselor  klinis klinik perawatan anak dan remaja, Evidence Based Practice Nevada, apa yang kita ketahui tentang pujian adalah bahwa untuk setiap satu buah koreksi negatif” anak-anak perlu mendengar lima pujian positif hanya untuk menyeimbangkannya. Beberapa anak bahkan membutuhkan lebih dari itu. Anak-anak perlu ditangkap’ saat berbuat baik / berperilaku baik  lebih banyak  daripada mereka perlu ditangkap saat berbuat buruk / berperilaku buruk.


Bagaimana kita melakukannya?  

Selengkapnya

Your Heading

Modeling Behavior - Bagaimana anak mencontoh orangtua mereka?

11 Juni 2021

28E7AD7E-74E0-4E07-AE22-6233D35DA775

Seorang Ibu, mengeluh dan mengumpat saat mengetahui masakannya gosong karena ia lupa mengecilkan api. Seorang Ibu lebih asyik menatap layar TV sambil mengatakan letak kaus kaki putranya yang sedang mencarinya,  daripada menoleh dan berbicara langsung untuk menunjukkan letaknya.

Situasi yang terjadi di atas itu adalah bagian dari ‘modeling behavior’, pemodelan perilaku. Yaitu perilaku orangtua yang, disadari atau tidak,  kerap dicontoh oleh anak-anak mereka.


Beberapa kebiasaan dan preferensi ayah atau Ibu  kita tertanam dalam jalinan akan menjadi siapa kita kelak  — bahkan karakteristik itu, di masa muda kita, sering  kita abaikan.  Anak-anak tanpa disadari oleh kita, atau mungkin kita sadari juga sejak kecil meniru perilaku kita. Beberapa meniru perilaku orang lain yang memiliki hubungan emosional dengan mereka.


Apa yang dilakukan oleh orangtua menjadi pelajaran riil dan aktual sebagai patron perilaku bagi anak-anak. Juga di sekolah, bagaimana teman sebaya, guru dan orang-orang di sekitar memberikan pengaruh terhadap pembentukan perilaku. Oleh jarenanya kita perlu memperhatikan apa yang kita ucapkan, apa yang kita lakukan terhadap anak-anak, di rumah dan di sekolah.


Berikut hal-hal yang acapkali dijadikan model oleh anak-anak dari perilaku orang dewasa di sekitarnya.


Selengkapnya


Bagaimana melatih anak berpikir kritis?

 

Banyak orangtua melakukan komunikasi, baik itu dalam bentuk pernyataan ataupun pertanyaan, mengambil sebagian besar bentuk tanya dan kalimat yang tidak memerlukan anak memperhatikan atau menimbang perkataan, melakukan analisis dan membentuk satu pemikiran baru dari jawaban atau respons yang akan ia kemukakan.

 

Komunikasi satu arah antara guru kepada murid atau Mamah kepada anak, sering menjadi alat efektif guru atau orangtua memastikan bahwa anak mengerti intruksi, menangkap pesan dan menunjukkan ketaatan sempurna. Namun komunikasi satu arah kurang memfasilitasi anak mengoptimalkan beberapa kemampuan berpikir kritis seperti menganalisis, mengevaluasi, hingga memecahkan masalah melalui proses menalar. 


002BB3D9-38E3-47BF-BF21-8A31E9E89ABA

Apa itu berpikir kritis?

 

Berpikir kritis – critical thinking, adalah salah satu keterampilan utama yang harus dikuasai oleh anak-anak menuju kedewasaannya. 


Ada beragam aktifitas yang bisa dilakukan orangtua bersama anak untuk melatih anak berpikir kritis.



Selengkapnya



Literasi Keuangan Untuk Anak

Tips mengelola ‘angpao’ lebaran.


Hari raya lebaran adalah hari kebahagiaan bagi seluruh umat Islam di manapun berada, hari suka cita, hari kemenangan. Setiap orang merayakan hari lebaran dengan bersilaturahmi kepada sanak kerabat dan tetangga. Saling mengunjungi, dan saling berbagi. 

 

Budaya lebaran di sebagian masyarakat Indonesia selalu dinanti oleh anak-anak, karena satu tradisi yang hingga kini masih dijaga adalah  mendapat “THR” lebaran dari keluarga tercinta. Anak-anak biasanya  akan senang berkunjung ke rumah sanak kerabat dan tetangga karena mereka akan mendapatkan uang  sebagai hadiah lebaran. Oleh karenanya menjelang hari raya, Bank Indonesia memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menukar uang receh, mulai dari pecahan yang kecil hingga pecahan terbaru yang masih tersebel untuk dibagikan di hari raya.


Momen lebaran ini bisa kita  jadikan momen edukasi untuk anak-anak dalam belajar tentang literasi keuangan. Ya, literasi keuangan adalah salah satu hal penting yang perlu mulai ditanamkan kesadarannya sejak kanak-kanak. Dan pasca lebaran anak-anak kita umumnya memiliki uang  “THR” lebaran dari  keluarga atau tetangga. 

 

Berikut beberapa tips mengajarkan anak mengelola uang pasca lebaran


Selengkapnya
Ayo gabung di komunitas Sekolah Orangtua

school_4_parent

Parenting Community

954E83E6-3937-47C5-826E-838E58716F4C
09-04-2021
Mengajari anak-anak keterampilan literasi digital sangat penting. Anak-anak harus mampu memahami teknologi yang mereka gunakan agar dapat menggunakannya dengan aman dan efektif. Literasi digital bukan hanya tentang mengetahui cara berfoto selfie atau memperbarui facebook. Literasi digital berarti memahami teknologi dan menggunakannya dengan tepat.
Bagaimana orangtua memberikan porsi aktivitas anak-anak setiap hari? Antara bermain, belajar, dan berinteraksi dengan teman, beristirahat, serta “bermain” gawai. Biasanya keluhan para orangtua tentang adiksi internet adalah timbul dari kebiasaan anak bermain ‘game online’. Sebagian pemerhati anak memandang banyak hal positif dari bermain ‘game online’, dan sebagian merekomendasikannya untuk menjauhkan anak-anak dari ‘game online’. Tentu ada banyak pertimbangan yang dipikirkan. Sebagai ‘digital native’, anak-anak akan berbeda pengalamannya dan keingintahuannya.
Selengkapnya
8EABE3CA-978F-418C-BF70-F796F5DFB8A4
09-03-2021
Orangtua banyak yang membicarakan perihal anak-anak yang aktif, dan kadang sikap tersebut dipandang sebagai sebuah masalah. Anak-anak yang berlompat-lompatan di sofa atau kasur, anak-anak yang senang berlarian di koridor kelas, melempar mainan atau mendorong-dorong kursi, hingga aktifitas fisik lainnya, baik anak laki atau perempuan.
Secara alami, anak-anak yang berada di usia pertumbuhan hingga menjelang remaja senang untuk bergerak, atau melakukan aktifitas fisik lainnya. Karena mereka membutuhkan kebugaran tubuh untuk terus berkembang. Mulai dari berkembangnya berbagai fungsi otot, keseimbangan gerak dan kemampuan lokomotor, perkembangan motorik halus, yang membantu mereka juga untuk pertumbuhan keterampilan dan kemampuan belajarnya.
Selengkapnya
Artikel Lainnya