Dugaan Anak Menkumham Terlibat Monopoli Bisnis di Lapas

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Dugaan Anak Menkumham Terlibat Monopoli Bisnis di Lapas

Dalam satu acara podcast, seorang aktor yang juga mantan napi bercerita tentang pengalamanntya selama di lapas. Kemudian dalam percakapan tersebut keluarlah satu cerita darinya tentang dugaan adanya monopoli usaha di  lapas yang melibatkan anak dari Menkumham Yasonna Laoly, yaitu Tamitema T Laoly.

Pembicaraan itu kemudian viral dan meniuai banyak komentar warganet bahwa anak Yasonna ikut terlibat dalam gurita bisnis di lapas mulai dari pengelolaan usaha toko, kantin hingga kegiatan ekonomi lapas. Ia diketahui terdaftar sebagai pemilik merek dagang Jeera yang baru-baru ini viral di media sosial akibat dugaan monopoli bisnis dalam lapas.

Dilansir dari Tirto.id bahwa Informasi tersebut termuat dalam situs Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI). “Pemilik Yamitema T Laoly,” demikian dilansir dari situs PDKI, Rabu, 3 Mei 2023. Dari situs PDKI, Jeera disebut sebagai perusahaan yang menyediakan jasa berupa pendidikan, penyediaan latihan, hiburan, kegiatan olahraga dan kesenian. Jeera juga telah terdaftar di PDKI sejak 2017 lalu.

Hal ini bertolak belakang dengan bantahan Yasonna Laoly yang sempat menyatakan bahwa anaknya, Yamitema Laoly tidak memiliki keterlibatan dalam perusahaan Jeera tersebut. Yasonna mengatakan, Yayasan Jeera adalah yayasan pembina narapidana. Pembinaan berbentuk pelatihan sebagai barista dan pengrajin kulit. Ia tidak memungkiri Yayasan Jeera bekerja sama dengan pemerintah untuk terlibat di lapas. “Jadi mereka memang ada kerja sama dengan koperasi di tempat dia itu.

Tio pernah diminta menjadi pelatih, tapi karena dia melakukan pelanggaran berat, diberhentikan bahkan dia pernah dimasukkan ke straff cell (sel khusus),” jelas Yasonna dalam keterangannya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 2 Mei 2023. Yasonna kembali menegaskan bahwa anaknya tidak terlibat di Yayasan Jeera. Ia pun membantah anaknya terlibat bisnis penyediaan jasa di kantin. Ia menyebut bahwa narasi tersebut sebagai bagian isu politik. “Enggak ada. Ada yayasan saja. Dia (Yamitema) enggak ikut di dalam (bagian yayasan). Biasa lah politik,” tukas Yasonna. Dalam keterangan terpisah, Wamenkumham Eddy Hiariej menyebut kabar anak Yasonna terlibat dalam monopoli bisnis di lapas hanyalah rumor belaka. “Itu kan baru rumor yang beredar,” imbuhnya.

Berdasarkan data yang diperoleh Tirto, Yamitema T Laoly melakukan permohonan nama dan logo Jeera di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Kemenkumham pada 26 Oktober 2017. Bahkan nama dan logo Jeera dilindungi sampai 26 Oktober 2027. “Pemilik Yamitema T Laoly,” demikian dilansir dari situs PDKI, Kamis, 3 Mei 2023. Dari situs PDKI, Jeera disebut sebagai perusahaan yang menyediakan barang air mineral, air soda, minuman lain yang tidak beralkohol, minuman jus buah-buahan, sirup, dll. Tak hanya itu, Jeera juga didaftarkan sebagai perusahaan yang menyediakan jasa pendidikan, penyediaan latihan, hiburan, kegiatan olahraga dan kesenian. Sementara itu, dalam situs YouTube Jeera Foundation, mereka mendefinisikan dirinya sebagai organisasi nirlaba yang bersinergi dengan Lembaga Pemasyarakatan Indonesia yang membantu para warga binaannya untuk kembali ke dalam tatanan masyarakat melalui program rehabilitasi yang dirancang sedemikian rupa agar memberikan dampak yang mengurangi tingkat residivisme dan berkelanjutan. Selain oleh Yamitema Laoly, organisasi ini juga turut diprakarsai oleh Rino Lande yang disebut sebagai mantan warga binaan lapas.

Yasonna Diminta Mundur

Jika Anaknya Terbukti Berbisnis di Lapas Yasonna Didesak Mundur Anggota Komisi III DPR RI Santoso dari Fraksi Partai Demokrat minta Menkumham Yasonna Laoly untuk mundur dari jabatannya apabila putranya, Yamitema T Laoly, terbukti terlibat dalam konflik kepentingan yang melatarbelakangi dugaan adanya monopoli usaha kantin di Lembaga Pemasyarakatan (lapas). Oleh karena itu, Santoso meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut yang sempat viral di media sosial @PartaiSocmed.

“Jika terbukti benar apa yang di publik ramaikan ini bahwa anaknya Menkumham berbisnis di lingkungan Kemenkumham maka tidak ada cara lain selain Menkumham mundur sebagai Menkumham karena telah menggunakan jabatannya untuk kepentingan keluarganya,” kata Santoso saat dihubungi Tirto pada Kamis (4/5/2023).

Santoso menilai mundurnya Yasonna dari Menkumham bukanlah suatu aib. Namun, menjadi bukti bahwa lembaga pemerintah saat ini berani menjaga etika dan integritas. Meskipun ia menyadari, fenomena tersebut tak pernah terjadi. “Mundur sebagai pejabat yang dinilai mencederai etika memang tidak pernah terjadi. Jangankan melanggar etika yang jelas melanggar aturan saja pejabat kita tidak mau mundur,” tegasnya.

Dia juga meminta Presiden Joko Widodo ikut turun tangan menangani kasus anak buahnya tersebut. Setahun terakhir kepemimpinan Jokowi, menurut Santoso harus diisi dengan kebaikan dan keberanian. Termasuk dalam memberantas pejabat yang melanggar etika dan aturan.

“Presiden Jokowi dalam masa jabatannya yang tinggal menghitung bulan ini seharusnya melakukan bersih-bersih terhadap menterinya yang dinilai publik melakukan hal-hal di luar kepatutan. Apakah presiden Jokowi berani melawan arus parpol koalisi pendukungnya kita tunggu saja,” ungkapnya. Meski demikian, Santoso meminta aparat penegak hukum mengusut kasus anak Yasonna secara teliti dan adil. Dia beranggapan berhak untuk mendapat kesempatan dalam berusaha termasuk anak Yasonna.

Artikel Pendidikan

Inspirasi

Bagikan supaya bermanfaat

Bagaimana mengajarkan anak untuk memiliki Growth Mindset?

Explore

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *