Yang Perlu Diperhatikan Pada Rapat Kerja Guru

Rapat Kerja Guru, atau yang sering disebut ‘RAKER’ adalah kegiatan rutin tahunan yang biasa diselenggarakan oleh sekolah setelah akhir tahun ajaran atau menjelang tahun ajaran baru.
Rapat Kerja Guru dilaksanakan oleh segenap civitas akademik di sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan non formal selama beberapa hari untuk tujuan-tujuan tertentu sesuai rencana kerja lembaga dalam mempersiapkan agenda di tahun ajaran berikutnya.
Pola kegiatan RAKER seringkali dilaksanakan secara formal, dan menjadi rutinitas tahunan yang membosankan. Karena tata cara rapat selalu monoton, dan dominasi pimpinan membuat peserta raker jenuh, kemudian menyebabkan hasil raker selalu tidak jauh berbeda dengan raker-raker sebelumnya.
Pola rutinitas semacam itu menjadikan kegiatan raker jadi tidak produktif dan tidak efisien. Apa lagi dengan durasi kegiatan yang lama dan lokasi kegiatan yang membutuhkan tambahan biaya yang mahal.
Bagaimana agar pelaksanaan rapat kerja sekolah menjadi efektif dan efisien? berikut hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pemangku kepentingan dalam menyelenggarakan kegiatan rapat kerja sekolah:
1. Pemahaman peserta tentang eksistensi RAKER Sekolah
Apa itu Rapat Kerja Sekolah? Rapat Kerja adalah aktifitas diskusi, rembuk bersama, melakukan mapping, planning , scalling tentang hal-hal apa yang ingin dicapai dari rencana kerja, serta hal-hal yang ingin dituju dari tujuan seolah, juga tentang visi misi sekolah. Oleh karenanya guru harus memahami dan dapat menerjemahkan visi misi sekolah ke dalam program dan kegiatan yang terencana dan terukur dengan baik.
2. Pemahaman tentang tujuan RAKER
Seluruh peserta RAKER, termasuk pimpinan sekolah, yayasan, dan stakeholder lainnya yang terlibat dalam kegiatan RAKER perlu memahami, mengapa sekolah perlu RAKER? Apa tujuan yang ingin dicapai dari hasil rapat kerja ini?
RAKER harus menjadi kesepakatan bersama. RAKER harus menjadi rancangan, desain, langkah-langkah yang akan dilakukan minimal 1 tahun ke depan.
Kesepakatan tersebut bisa menjadi dasar untuk guru-guru, sekolah dalam merealisasikan berbagai program.
Kemudian guru memahami tujuan dari raker untuk mengajak seluruh stakeholder berkolaborasi dalam mencapai tujuan pendidikan di sekolah untuk kepentingan peserta didik.
3. Efisisensi pelaksanaan kegiatan RAKER
Kegiatan RAKER perlu dilaksanakan seefisien mungkin, seefektif mungkin. Efisien maksudnya seluruh guru kepala sekolah dan yayasan sudah memotret tentang apa-apa saja yang dibutuhkan oleh sekolah, oleh siswa, oleh guru, serta orang tua. Sehingga pembahasan dalam RAKER akan lebih fokus.
Waktu pelaksanaan RAKERpun perlu diperhatikan, mengingat umumnya kegiatan RAKER dilaksanakan saat semua aktifitas sekolah di tahun ajaran tersebut telah selesai, guru dan karyawan perlu untuk rehat dan berlibur.
Salah satu inefesiensi dalam pelaksanaan RAKER adalah durasi yang panjang dengan rundown yang tidak terstruktur. Maksudnya kegiatan pembahasan hal-hal substansial dicampur dalam kegiatan tambahan, seperti hiburan, permainan, ditambah kegiatan pengarahan dan pelatihan.
Sekolah tentu dapat membuat rundown yang fleksibel, namun jika hal tersebut justru membuat waktu pelaksanaan dan pembiayaan yang tidak efeisien, RAKER jadi tidak sesuai dengan tujuan.
4. Muatan dalam bahasan RAKER
Untuk menjadikan kegiatan RAKER efektif dan tepat sasaran, rundown RAKER perlu disusun seoptimal mungkin. Sekolah tidak perlu memasukkan dalam rundown RAKER hal-hal yang sebenarnya dapat dilaksanakan di luar RAKER, mengapa? karena kembali lagi kepada tujuan RAKER itu sendiri, dan untuk efisiensi waktu dan fokus peserta RAKER dalam mendiskusikan evaluasi dan rencana kegiatan sekolah.
Hal-hal yang perlu dihindari dalam bahasan RAKER sebagai muatan di rundown acara:
- Penjelasan visi misi sekolah atau perubahan visi misi sekolah yang terlalu bertele-tele. Sekolah dapat membuat agenda perumusan atau penjelasan visi misi di waktu khusus, utamanya bagi guru dan karyawan baru lebih detail dan relevan. Sebagai penyegaran tentu ini dapat dilakukan. Namun sekali lagi, pimpinan sekolah harus memperhatikan efisiensi waktu dan penjelasan yang lebih simpel dan relevan sesuai dengan konteks tujuan penyusunan program pendidikan di sekolah.
- Pimpinan melakukan evaluasi kinerja personal guru dan karyawan, atau mengoreksi, apalagi menyindir secara personal di forum RAKER. Pimpinan dapat melakukan evaluasi sebagai penegasan tentang kinerja guru dalam kegiatan penilaian kinerja guru, baik secara administratif, maupun profesionalisme kerja. Bukan di forum RAKER.
- Pembahasan kondisi sekolah. Pimpinan atau yayasan melakukan curhat diri dan keadaan sekolah, atau keadaan pribadi yang dianggap berkaitan dengan perjalanan perencanaan pengembangan pendidikan di sekolah. RAKER adalah forum setiap orang memberikan pemikiran dan kontribusi terbaiknya untuk perencanaan di tahun berikutnya.
Jadi RAKER dilaksanakan berdasarkan perencanaan dan pemetaan program sekolah berbasis refleksi. RAKER dilaksanakan untuk memberikan ruang setiap warga sekolah mencapai harapan-harapan terbaik dalam mewujudkan visi misi sekolah serta tujuan sekolah secara konstruktif dan kolaboratif. Dan tentunya RAKER memberikan ruang dan harapan yang besar untuk kepentingan peserta didik, bukan kepentingan sekolah semata.
====
Download JUKNIS RAKER